Tribunlampung.co.id, OKU Timur - Seorang wanita berinisia M (40), asal Bukit Kemuning, Lampung Utara, jadi korban pembunuhan.
Peristiwa terjadi di Dusun Sungai Tebu, Desa Gunung Terang, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Selasa (31/3/2026) malam.
Polisi menduga pelaku pembunuhan M adalah suami sirinya sendiri.
Polisi kini mencari keberadaan suami siri dari korban, M (40).
Kasat Reskrim Polres OKU Timur, Iptu Rendi Ramadhona, mengungkapkan bahwa identitas pelaku telah mengerucut.
“Tim kami masih melakukan penyisiran di lapangan dan terus memburu keberadaan terduga pelaku. Kami juga mengumpulkan berbagai informasi untuk mempercepat pengungkapan kasus ini,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan Tribunsumsel.com pada Rabu (1/4/2026).
Terduga pelaku diketahui memiliki hubungan sebagai suami siri dengan korban.
Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa kasus ini berkaitan dengan persoalan personal.
“Identitas sudah kami kantongi dan hubungan korban dengan terduga pelaku adalah suami siri. Saat ini kami terus melakukan pendalaman,” tambahnya.
Polisi juga telah mendatangi pihak keluarga terduga pelaku untuk memberikan imbauan agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri.
“Langkah persuasif juga kami lakukan dengan mendatangi keluarga terduga pelaku agar membantu menghadirkan yang bersangkutan,” jelas Iptu Rendi.
Hingga saat ini, dua orang saksi telah diketahui dan masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Madang Suku I.
Deretan fakta terkait kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang wanita berinisial M (40) di Dusun Sungai Tebu, Desa Gunung Terang,
Korban ditemukan bersimbah darah di sebuah rumah di Dusun Sungai Tebu, Desa Gunung Terang, OKU Timur. Korban sendiri diketahui merupakan warga Bukit Kemuning, Provinsi Lampung.
Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap setelah seorang warga mendengar teriakan dari arah rumah korban.
Seorang warga yang mendatangi sumber suara menemukan korban sudah dalam kondisi luka parah dan tergeletak lemas.
“Awalnya kami dengar seperti orang minta tolong. Pas kami cek ke rumahnya, korban sudah tergeletak dan bersimbah darah,” ungkap saksi kepada pihak kepolisian.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Seorang saksi mata melaporkan melihat seorang pria keluar dari area rumah korban sesaat setelah teriakan terdengar.
Pria tersebut tampak tergesa-gesa dan berlari meninggalkan lokasi kejadian dalam kondisi panik.
“Saya lihat ada laki-laki lari dari arah rumah itu, kelihatannya panik. Tapi kami tidak berani mendekat saat itu,” ujarnya.
Keterangan saksi juga sangat membantu dalam mengarah pada identifikasi pelaku.
Barang Bukti
Dari hasil olah TKP awal, polisi menemukan satu bilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi tersebut, serta satu unit telepon genggam milik korban.
Barang bukti utama sudah diamankan, termasuk pisau yang diduga digunakan pelaku.
Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD OKU Timur Tulus Ayu untuk dilakukan autopsi dan visum et repertum (VER) guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan terduga pelaku agar segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan darurat 110.
“Kami menjamin kerahasiaan identitas pelapor. Dukungan masyarakat sangat membantu dalam proses pengungkapan kasus ini,” pungkasnya.
Hingga saat ini, penyidik masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut dengan fokus pada penguatan keterangan saksi serta menunggu hasil autopsi sebagai bagian dari pembuktian hukum.
sumber: Tribun Sumsel