TRIBUN PEKANBARU.COM, PEKANBARU - Minyakita langka di beberapa pasar di Kota Pekanbaru. Kenyataan itu terlihat dari tidak adanya stok di pedagang.
Pedagang mengakui bahwa kelangkaan Minyakita ini terjadi pasca lebaran 2026 ini. Diperkirakan satu Minggu kedepan baru didapatkan pasokannya.
Pantauan Tribunpekanbaru.com di Pasar Tangor di Jalan Lintas Timur, Kamis (2/4/2026) beberapa toko sembako masih kosong penjualan Minyakita.
Pedagang mengaku masih menunggu pasokan Minyakita dari pihak Bulog. Dan diperkirakan baru akan masuk satu Minggu kedepan.
"Informasi yang kami terima masih dalam perjalanan. Tapi tidak tahu juga kapan sampainya. Perkiraan bisa jadi satu Minggu lagi, " ungkap Izam salah seorang pedagang sembako di Pasar Tangor.
Lebih jauh ia mengatakan, pasokan Minyakita sudah kosong setelah lebaran. Saat lebaran justru mereka mendapatkan pasokan meskipun tidak banyak.
Baca juga: Driver Ojol di Tualang Siak Jadi Sasaran Curas Saat Berhenti di Pinggir Jalan, Pelaku 2 Orang
Baca juga: Breaking News: Eks Kadis PUPR Riau M Arief Setiawan dan Dani M Nursalam Jalani Sidang Lanjutan
Menurutnya, Minyakita masih menjadi pilihan utama warga untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Tingginya permintaan membuat pedagang juga kesulitan mendapatkan pasokan.
"Kami sudah pesan. Biasanya ada sekira 150 dus. Namun, tidak tahu juga berapa yang akan diberikan nantinya," beberapa Izam.
Hal senada disampaikan Zainal. Pedagang sembako ini mengaku sebagai pengecer. Beruntung bagi Zainal, ia masih memiliki stok Minyakita meskipun dalam jumlah kecil.
"Masih ada beberapa stok. Kami mengambil tidak banyak. Jadi sekali habis pesan lagi dan tidak distok dalam jumlah besar," terangnya
Kenyataan langkanya Minyakita juga tampak di beberapa toko sembako di sekitar Jalan Harapan Raya. Penjual mengatakan pasokan yang belum sampai.
Kelangkaan terjadi pasca lebaran dan sampai kini pedagang masih menunggu untuk bisa dijual lagi
Dari harga yang didapatkan Tribun Pekanbaru.com di sejumlah pedagang, harga Minyakita dijual bervariatif.
Untuk ukuran 1 liter di tingkat agen berkisar Rp 15.700. Sedangkan untuk ukuran 2 liter dijual sekira Rp 31.400.
Harga tersebut terkoreksi ditingkat pengecer. Untuk berat 1 liter dijual Rp 19 ribu sedangkan berat 2 liter Rp 35 ribu.
Zainal mengatakan, harga tersebut menyesuaikan dengan modal yang mereka dapatkan dari pembelian di agen atau distributor. (Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)