SURYA.CO.ID, KOTA BLITAR - Kawasan wisata sejarah Makam Bung Karno (MBK) di Kota Blitar, Jawa Timur (Jatim), mencatatkan lonjakan pengunjung yang signifikan selama masa libur Lebaran 2026.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, jumlah wisatawan tahun ini meningkat tajam, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Jumlah pengunjung di Makam Bung Karno pada libur Lebaran 2026 ini naik tajam dibandingkan tahun lalu," kata Plt Kepala Disbudpar Kota Blitar, Rike Rochmawati, Kamis (2/4/2026).
Selama libur Lebaran 2026, jumlah pengunjung di Makam Bung Karno mencapai 8.244 orang. Angka kunjungan ini naik drastis jika disandingkan dengan libur Lebaran 2025 yang hanya mencatat 1.119 pengunjung.
"Pengunjung mayoritas dari Jawa Timur. Kalau dari luar Jawa Timur, pengunjung paling banyak dari wilayah Tangerang, Serang, dan Banten," ujar Rike.
Berikut adalah rincian data statistik kunjungan tersebut:
Rike menjelaskan, bahwa peningkatan ini dipicu oleh masa libur sekolah yang cukup panjang di momen Lebaran 2026.
Selain itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah pusat turut memberikan dampak positif terhadap mobilitas wisatawan.
Berbanding terbalik dengan Kota Blitar, lima destinasi favorit di wilayah Kabupaten Blitar justru mengalami penurunan kunjungan sebesar 3,1 persen dibandingkan tahun lalu. Total kunjungan di lima titik tersebut mencapai 25.602 orang.
"Dari sampel lima tempat wisata dengan pengunjung teratas saat libur Lebaran 2026 itu terjadi penurunan jumlah kunjungan 3,1 persen jika dibandingkan pada Lebaran 2025," kata Kabid Pemasaran Disbudpar Kabupaten Blitar, Yanti.
Daftar kunjungan lima wisata teratas Kabupaten Blitar 2026:
Yanti menyebut. penurunan ini kemungkinan disebabkan oleh masa cuti bersama yang tidak sepanjang tahun lalu, serta pengaruh daya beli masyarakat.
"Sedang kebijakan WFA untuk pegawai tidak semua pemerintah daerah menerapkan. Jadi kebijakan itu belum berdampak terhadap kunjungan wisata di Kabupaten Blitar," imbuhnya.
Makam Bung Karno (MBK) merupakan tempat peristirahatan terakhir Ir Soekarno, Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, makam ini mulai dibangun setelah wafatnya beliau pada 21 Juni 1970.
Pemerintah kemudian merenovasi besar-besaran kompleks makam ini pada tahun 1978 dengan menambahkan bangunan bergaya arsitektur Jawa (Joglo) yang disebut Cungkup. Kini, MBK menjadi pusat wisata religi dan nasionalisme yang dikunjungi jutaan orang setiap tahunnya.