TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jambi menjelaskan kronologi penolakan kapal komoditi pinang ke Iran.
Komoditi itu diberangkatkan oleh Kapal Sumber Jaya. Pada tanggal 25 Maret 2026, Kapal tersebut berangkat dari jambi transit terlebih dahulu ke Singapura.
Kapal tersebut tiba di Singapura pada tanggal 28 Februari 2026, dan dijadwalkan berangkat ke Iran pada tanggal 10 Maret 2026 serta diestimasikan tiba di Bandara Abbas, Iran pada tanggal 24 Maret 2026.
Namun, keberangkatan itu dibatalkan karena situasi di timur tengah tidak kondustif yaitu terjadi Perang antara Israel - Iran pada Februari kemarin.
Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Jambi, Sudiwan Situmorang.
Dia mengatakan, haltersebut sudah di informasikan kepada pihak pengirim.
“Tidak ada kepastian situasi tersebut kondusif, sehingga cargo tersebut kembalikan ke Jambi sesuai permintaan pihak pengirim,” katanya, Kamis (2/4/2026).
Dia menjelaskan, kargo tersebut dijadwalkan berangkat dari Singapura ke Jambi pada tanggal 14 Maret 2026 dan tiba di jambi pada tanggal 17 Maret 2026.
Untuk sementara, dia menuturkan komoditas pinang menjadi satu-satunya yang terdampak langsung di Jambi. Namun, ada potensi komoditas lain yang mengalami hal serupa.
“Ada memang informasi lagi yang kita kirim dari Kuala Tungkal via Port Klang, rencananya akan ditolak juga, tapi sampai saat ini belum ada kabar resmi,” tuturnya.
Sudiwan menerangkan, jalur ekspor pinang dari Jambi ke Timur Tengah sebenarnya cukup beragam.
Mulai dari melalui Singapura, Port Klang Malaysia, hingga pelabuhan dalam negeri seperti Tanjung Priok, Belawan, dan Lampung.
“Karena situasi kapal dari Singapura ke Iran tidak ada jaminan, akhirnya mereka menunda dan mengalihkan pengiriman via Jambi ke Tanjung Priok ke Iran dengan memakai bendera Iran. Mungkin minggu depan mereka akan kirim,” tambahnya.
Dia menambahkan, situasi tersebut berdampak pada pelaku usaha ekspor di Jambi, terutama dalam perhitungan biaya dan keuntungan.
“Dampak otomatis ke pengusaha, mereka harus menghitung ulang keuntungan atau profit. Tapi selama masih menguntungkan, saya pikir mereka akan tetap melakukan ekspor ke Timur Tengah,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: Bupati Batang Hari Gelar Halal Bihalal Bersama BPS, ATR/BPN dan PLN Muara Bulian