TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga di pesisir pantai Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara (Sulut), sama sekali tak panik saat daerah tersebut diguncang gempa bermagnitudo 7,6 SR, Kamis (2/4/2026).
Para penjual makanan di Desa Sondana, Kecamatan Bolaang Uki, Bolsel, tetap memilih untuk berjualan.
Meski demikian, mereka mengaku tak ada pembeli yang datang pascagempa.
Hal tersebut dikatakan Jum Gobel, seorang pedagang di Pantai Sondana.
"Biasanya kalau pagi ada dua atau tiga orang yang datang makan di sini. Tapi hari ini tak ada sama sekali," ujarnya.
Hingga siang hari, ia mengaku belum menjual satu ekor ikan pun.
"Belum ada yang terjual. Box ikan kami masih full," ungkap dia.
Hal senada diakui Nurna Hasani, pedagang lainnya.
Menurutnya, kepanikan memang tidak terjadi pascagempa tapi jumlah pembeli yang merosot tajam.
"Hari ini sepi. Sudah siang tapi tak ada pembeli yang datang," ucapnya.
Nurna mengatakan, biasanya ada warga dari Dumoga ataupun Kotamobagu yang singgah untuk menikmati ikan bakar.
"Mungkin karena mereka takut dengan isu tsunami jadi belum ada yang datang," ucapnya sambil tertawa.
Pantauan Tribunmanado.co.id, aktivitas masyarakat di ibu kota Kabupaten Bolsel tetap lancar pascagempa 7,6 SR yang berpusat di Kota Bitung, Sulut.
Belum ada warga yang mengungsi ke pegunungan atau perkebunan.
Warga di Desa Sondana malah berbondong-bondong datang untuk mengecek air laut usai daerah tersebut diguncang gempa pagi tadi.
Desa Sondana adalah salah satu pusat kuliner di Kabupaten Bolsel.
Di sini, banyak pengunjung datang untuk menikmati ikan bakar yang gurih dan nikmat.
Desa ini berada tepat di bibir pantai dan merupakan salah satu ikon pariwisata di Kabupaten Bolsel. (Nie)
Baca juga: Kisah Pasien Lansia di Manado, Sehari Pascaoperasi Dievakuasi Akibat Gempa Bumi