Dampak Gempa Bumi 7.6 SR di Sulut, Plafon Gereja dan Kubah Masjid di Kota Bitung Alami Kerusakan
Indry Panigoro April 02, 2026 02:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Dua gereja di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), dilaporkan alami kerusakan dampak dari gempa bumi yang mengguncang Kota Bitung, Kamis (2/4/2026) pagi.

Berdasarkan rilis BMKG, gempa magnitudo 7.6 terjadi pukul 2 April 2026 jam 05.48 Wib dengan lokasi 1.21 lintang utara 126.25 bujur timur.

Dengan jarak 127 kilometer (Km) tenggara Bitung - Sulut, kedalaman 18 Km.

Dua gereja tersebut GMIM Getsemani Madidir wilayah Bitung IX di Kelurahan Paceda Kecamatan Madidir Kota Bitung.

Dan Gereja GPDI Petra Madidir Kelurahan Madidir Unet Kecamatan Madidir.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Lurah Paceda Herold Barauntu, material plafon gereja berbahan Gipsum rusak.

"Ada tiga titik kerusakan plafon berbahan gipsum di dalam gedung gereja yang jatuh ke bawah," kata Lurah Paceda Herold Barauntu saat di konfirmasi reporter Tribun Manado Christian Wayongkere lewat sambungan WA, Kamis (2/4/2026).

Selain kerusakan di bagian plafon, ada beberapa titik retak yang bisa terlihat secara langsung dari jarak dekat.

Di tempat terpisah, Lurah Madidir Unet Venly Karel Larepos menyampaikan informasi terkait dampak gempa bumi di gereja GPDI Petra Madidir.

"Ada sekitar tujuh titik kerusakan plafon dan tembok retak, dampak dari gempa pagi tadi," ujar Lurah Madidir Unet Venly Karel Larepos saat di konfirmasi wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere, Kamis (2/4/2026).

Dari informasi, selain gedung gereja sejumlah mesjid terdampak peristiwa gempa bumi.

Diantaranya Masjid Jami An-Nur Girian Bawah Kecamatan Girian, terdampak.

"Kubah dan menara mesjid Jami An-Nur mengalami keretakan di bawah Kubah dan Menara Mesjid pasca Gempa Bumi tadi Pagi," tulis Lurah Wangurer Barat Muchsin Hamid dalam laporan di WAG di kepada pimpinan Pemkot Bitung, Kamis (2/4).

Selain rumah ibadah, ada juga bangunan rumah warga dan perkantoran yang terdampak bencana alam gempa bumi.

Pasca Gempa Bumi, Warga Kota Bitung Kebut Ngantor: Tetap Masuk Kerja

Pasca gempa bumi dan informasi potensi Tsunami, jalan utama di Kota Bitung Provinsi Sulut, ramai dengan lalu lalang kendaraan bermotor, Kamis (2/4/2026) pagi.

Berdasarkan rilis BMKG, gempa magnitudo 7.3 terjadi pukul 2 April 2026 jam 05.48 Wib dengan lokasi 1.21 lintang utara 126.25 bujur timur.

Dengan jarak 127 kilometer (Km) tenggara Bitung - Sulut, kedalaman 18 Km.

Sekitar pukul 07.39 Wita, pantauan reporter Tribun Manado Christian Wayongkere, penggunan jalan nampak bergegas dengan kendarannya.

Bukan untuk mengungsi, melainkan hendak pergi ke tempat kerja.

Seragam korpri dan seragam sejumlah perusahan di Kota Bitung, mendominasi pengguna jalan yang terpantau beberapa saat pasca kejadian bencana alam Gempa Bumi di Kota Bitung. 

"Meski gempa, tetap masuk kerja," kata seorang lelaki yang menggunakan seragam perusahan berwarna orange saat bersua dengan reporter Tribun Manado Christian Wayongkere, di wilayah Madidir Bitung, Kamis (2/4/2026).

Selain warga yang bergegas ke kantor masing-masing, ada juga sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Bitung memilih ke pesisir pantai.

Seperti yang dilakukan Lurah Wangurer Barat Rina Tewu bersama jajarannya, memantau langsung kondisi laut di Pantai Wangurer Barat.

Pun begitu dengan ASN lainnya, nampak memberikan informasi lewat sosial media Facebook kondisi dan keadaan terkini di pesisir pantai Wangurer di Kelurahan Wangurer Barat Kecamatan Madidir.

Informasi lainnya dibeberapa wilayah pesisir yang ada di Kota Bitung, tepatnya di Pulau Lembeh air sempat masuk hingga ke pemukiman.

(TribunManado.co.id/Crz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.