WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Harga kemasan berbahan plastik di Jakarta mengalami lonjakan tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan ini diduga kuat dipicu terganggunya rantai pasok global akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.
Pantauan Wartakotalive.com di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat pada Kamis (2/4/2026) menunjukkan harga plastik merek Tomat kini menembus Rp47.000.
Angka tersebut naik signifikan dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp30.000.
Pembeli tampak menanyakan alasan di balik kenaikan harga plastik yang kian melambung.
Baca juga: Kebakaran SPBE di Cimuning Bekasi Nyaris Berubah Menjadi Bencana, Ini Penyebabnya
Meski sempat mencoba menawar, para pedagang mengaku belum bisa menurunkan harga karena biaya modal yang ikut melonjak.
Bahkan, sebagian pedagang sempat mengalami kerugian usai Lebaran akibat kesalahan dalam menentukan harga jual.
Kondisi ini membuat mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga agar tidak terus merangkak naik dan memberatkan pelaku usaha kecil.
Salah satu pedagang, Fuada, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sebenarnya sudah mulai terasa sejak awal Ramadan.
Lonjakan drastis baru terjadi dalam sepekan terakhir setelah Lebaran.
“Awalnya stok mulai menipis pas Ramadan. Tapi seminggu terakhir ini harganya langsung melonjak, bahkan sampai bikin panik pedagang,” ujarnya.
Baca juga: Sempat Kena Isu Bakal Naik, Segini Harga BBM 1 April 2026 untuk Pulau Jawa
Ia menjelaskan, kenaikan harga plastik di tingkat pabrikan biasanya hanya berkisar Rp250 hingga Rp500.
Namun kini lonjakannya mencapai Rp3.000 hingga Rp5.000 per pack, jauh di atas kondisi normal.
Kelangkaan bahan baku berupa bijih plastik disebut menjadi faktor utama.
Kondisi ini diperparah dengan langkah sejumlah pabrikan yang menahan produksi dan menghentikan sementara pembukaan pesanan (purchase order/PO) karena krisis pasokan.
“Pabrik banyak yang nahan barang, bahkan ada yang tutup sementara. Jadi kita sebagai pedagang mau nggak mau beli dengan harga yang ada,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi pada produk plastik lainnya, seperti plastik “teng-teng” yang biasa digunakan untuk membawa styrofoam.
Harga yang sebelumnya Rp15.000 kini melonjak menjadi Rp25.000, bahkan tidak lagi bisa ditawar.
Lonjakan harga plastik ini diperkirakan masih akan berlanjut selama pasokan bahan baku global belum kembali normal.
Para pedagang pun berharap kondisi segera membaik agar aktivitas perdagangan bisa kembali stabil.(m27)