Trump Klaim Operasi Militer AS di Iran Segera Berakhir, Amerika Singgung China di Selat Hormuz
M Zulkodri April 02, 2026 03:03 PM

 

BANGKAPOS.COM--Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer AS di Iran akan segera berakhir dalam waktu dekat.

Ia menyebut tenggat waktu antara dua hingga tiga pekan, di tengah upaya negosiasi yang masih berlangsung dengan Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih pada Selasa (31/3/2026). Ia mengklaim bahwa misi militer AS hampir rampung.

Ia menambahkan, “Kami sedang menyelesaikan tugas ini, dan saya pikir dalam waktu mungkin dua minggu, mungkin beberapa hari lebih lama, pekerjaan ini akan selesai.” Trump juga menegaskan bahwa penghentian operasi tidak bergantung pada kesepakatan apa pun dengan Iran.

“Mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya,” katanya kepada wartawan di Ruang Oval.

Ia menambahkan, “Ketika kami merasa bahwa mereka, untuk waktu yang lama, telah dikembalikan ke zaman batu dan tidak akan mampu membuat senjata nuklir, maka kami akan pergi. Apakah ada kesepakatan atau tidak, itu tidak relevan.”

Ia menegaskan bahwa penghentian operasi tidak bergantung pada tercapainya kesepakatan dengan Iran. 

Menurutnya, tujuan utama adalah memastikan Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk mengembangkan senjata nuklir.

“Ketika kami merasa mereka tidak lagi mampu, kami akan pergi. Ada atau tidaknya kesepakatan tidak relevan,” tegasnya.

Konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari ini turut berdampak pada stabilitas kawasan dan pasar energi global.

Selat Hormuz Ditutup, Ketegangan Energi Meningkat

Di tengah eskalasi konflik, Iran dilaporkan mengambil langkah balasan dengan menutup akses di Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi minyak dunia.

Namun, Trump justru meminta negara-negara lain untuk mengurus sendiri kebutuhan energi mereka.

“Jika Perancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan pergi melalui Selat Hormuz, mereka akan lewat ke sana, dan mereka akan mampu menjaga diri mereka sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyinggung, “China akan lewat ke sana dan mereka akan mengisi bahan bakar kapal-kapal indah mereka dan mereka akan mengurus diri mereka sendiri. Tidak ada alasan bagi kami untuk melakukannya.”

Dalam unggahan di Truth Social, Trump bahkan menulis pesan bahwa AS tak akan membantu negara-negara lain untuk mengamankan jalur pelayaran Selat Hormuz.

“Amerika Serikat tidak akan ada di sana untuk membantu Anda lagi, seperti Anda tidak ada untuk kami. Iran pada dasarnya telah dihancurkan. Bagian tersulit sudah selesai. Pergi ambil minyak Anda sendiri!” tulisnya.

Pentagon: Fase Krusial Segera Dimulai

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut konflik ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Amerika Serikat.

Ia menegaskan bahwa fase berikutnya akan menjadi penentu arah konflik.

“Hari-hari ke depan sangat krusial. Iran mengetahui hal itu, dan hampir tidak ada yang bisa mereka lakukan secara militer untuk mengubah situasi,” ujarnya.

Hegseth juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan langsung ke pasukan AS di kawasan operasi, meski lokasi tidak diungkap demi alasan keamanan.

Situasi di Timur Tengah hingga kini masih memanas, dengan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sumber : Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.