TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur mengalihkan fungsi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Dipo Pendidikan Cijantung ke RT 03/RW 02 Pekayon.
Pengalihan dilakukan karena lokasi TPS Dipo Pendidikan Cijantung yang setiap harinya menampung 60 ton sampah berada dekat dengan permukiman warga, sekolah, hingga tempat ibadah.
Sehingga untuk mencegah dampak bau dari tumpukan sampah, dan mobilitas warga terganggu saat bongkar muat fungsi TPS Dipo Pendidikan dialihkan ke lokasi pembuangan di RW P2 Pekayon.
"Sebelumnya kita ada di transit ataupun pengepokan di TPS Dipo Pendidikan Cipayung, sekarang dipindahkan," kata Petugas Satpel Lingkungan Hidup Pasar Rebo, Marudin, Kamis (2/4/2026).
Lokasi RT 03/RW 02 Pekayon yang dipilih sebagai tempat transit truk sampah berada di atas lahan milik Dinas Bina Marga serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.
Lokasi tersebut juga dipilih menjadi tempat transit karena berada jauh dari pemukiman warga, dan tidak berada di akses jalan umum sebagaimana kondisi di Dipo Pendidikan Cijantung.
Sehingga diharapkan tidak ada warga yang terganggu dengan dampak bau dan mobilitas truk sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta saat proses bongkar muat di lokasi.
"Ini adalah aset dari Pemda juga, kedua juga mungkin terkait dengan jalan mati bahwa di sini tidak ada lalu lintas kendaraan. Jadi terkait dengan transit ini menurut kita cukup aman," ujar Marudin.
Lokasi transit pembuangan sampah di RW 02 Pekayon mulai difungsikan terhitung Kamis (2/4/2026), di lokasi ini dilakukan bongkar muat dari armada gerobak motor atau truk kecil ke armada truk lebih besar.
Setelah proses bongkar muat tersebut barulah sampah diangkut ke TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat sesuai jadwal ditetapkan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Meski fungsi TPS Dipo Pendidikan Cijantung sebagai lokasi transit dialihkan, tapi warga Kelurahan Cijantung tetap dapat membuang sampah di lokasi tersebut seperti biasa.
Hanya saja kapasitas sampah yang ditampung dikurangi dari yang sebelumnya 60 ton sehari menjadi hanya 10 ton, hal ini untuk meminimalisir dampak bau dan mobilitas saat bongkar muat.
"Dipo Pendidikan sebelumnya itu kurang lebih hampir 60 ton per hari untuk Dipo Pendidikan. Nah, makanya untuk sekarang hanya sekitar 10 ton sampai 15 ton hanya per hari," tutur Marudin.