Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Toko plastik dan kemasan cup di wilayah Grogol, Kabupaten Sukoharjo, mulai sepi pembeli.
Hal ini terjadi lantaran komoditas berbahan plastik yang mengalami lonjakan harga signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Diduga kenaikan harga plastik tak lepas dari memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Di mana perang tersebut mulai berdampak pada sektor ekonomi, termasuk kenaikan harga kebutuhan bahan baku di Indonesia.
Salah seorang karyawan toko plastik, Ade, mengungkapkan harga berbagai jenis plastik mengalami kenaikan cukup drastis sejak menjelang Ramadan hingga Lebaran 2026.
“Untuk cup plastik, satu slop isi 50 pieces sekarang harganya Rp20 ribu sampai Rp21 ribu. Padahal sebelumnya hanya sekitar Rp12 ribu,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Tak hanya itu, harga dalam jumlah besar juga ikut melonjak.
Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Plastik di Solo untuk Berbagai Kebutuhan, Dikenal Lengkap dan Murah
Ade menyebutkan, harga satu dus cup plastik yang sebelumnya berada di kisaran Rp240 ribu kini mencapai sekitar Rp400 ribu.
“Naiknya hampir 100 persen. Awalnya naik sekitar 30 persen, lalu bertahap naik lagi 20 persen, sampai sekarang hampir dua kali lipat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga tersebut sudah mulai terjadi sejak awal Ramadan dan terus berlanjut hingga setelah Lebaran.
Kondisi ini berdampak langsung pada daya beli konsumen yang cenderung menurun.
“Peminatnya jadi sepi. Banyak yang tadinya mau beli, akhirnya batal karena harga naik,” ungkapnya.
Selain cup plastik, harga plastik eceran juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya sekitar Rp7 ribu, kini naik menjadi Rp10 ribu atau meningkat sekitar 50 persen.
Baca juga: 10 Ide Bisnis Tanpa Plastik yang Ramah Lingkungan, Punya Prospek Bagus di Solo
Kenaikan harga bahan plastik ini diduga kuat dipengaruhi oleh kondisi global, termasuk terganggunya rantai pasok bahan baku akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Situasi tersebut berdampak pada distribusi dan harga bahan baku plastik yang sebagian besar masih bergantung pada impor.
Para pedagang berharap kondisi ini segera stabil agar harga kembali normal dan daya beli masyarakat bisa pulih. (*)