Al-Farlaky Temui Pendemo, Siap Perjuangkan 41 Ribu Data Korban Banjir Aceh Timur ke Pusat
Saifullah April 02, 2026 05:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Ratusan warga korban banjir menggelar aksi di depan Pendopo Idi Rayeuk, Kamis (2/4/2026), menuntut kejelasan bantuan yang hingga kini belum mereka terima. 

Aksi warga terdampak langsung bencana tersebut mendapat respon yang cukup baik dari Pemkab Aceh Timur.

Tak sekadar menemui perwakilan, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky bahkan turun langsung bergabung di tengah massa dan menjawab satu per satu pertanyaan warga.

Aksi yang digelar di depan Pendopo Idi Rayeuk itu menyuarakan keresahan warga atas bantuan bencana banjir yang tak kunjung cair. 

Para pendemo mempertanyakan data yang dinilai tidak sinkron dan tidak valid.

Sehingga ribuan korban belum menerima hak mereka mulai dari jaminan hidup (Jadup), stimulan ekonomi, hingga dana tunggu hunian (DTH)

"Kita menerima setiap kritikan dan penyampaian pendapat di muka umum. Kita menjunjung tinggi nilai demokrasi,” kata Bupati Al-Farlaky. 

Baca juga: BREAKING NEWS - Seratusan Warga Demo ke Pemko Langsa, Terkait Bantuan Banjir Belum Mereka Terima

“Kita sedang memperjuangkan 25 ribu data korban banjir ini ke pusat agar mereka mendapatkan haknya," tegas dia.

Bupati juga menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tahap pertama dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Kantor Pos telah menjangkau 7.600 kepala keluarga (KK), dan tahap berikutnya masih dalam proses.

"Ada proses panjang dalam penyaluran ini. Perlu diketahui masyarakat," jelasnya.

Al-Farlaky mengungkapkan, bahwa jumlah korban yang akan diperjuangkan jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

"Selain 25 ribu data yang sedang diperjuangkan, kami juga sedang menambahkan 16 ribu data lagi untuk korban bencana banjir yang rumahnya tertutup sedimen lumpur,” beber Al-Farlaky.

“Jadi totalnya ada 41 ribu data yang akan kita perjuangkan di pusat agar mendapatkan bantuan," ujarnya.

Sebagai bentuk akuntabilitas, Bupati Al-Farlaky mengumumkan dua langkah konkret: 

  • Pertama, pemerintah akan merilis daftar nama penerima bantuan yang dapat diakses di masing-masing desa. Jika nama yang tercantum bukan korban banjir, warga diminta segera melapor agar data dikoreksi dan bantuan dihentikan kepada yang tidak berhak. 
  • Kedua, dibuka pos pengaduan resmi terkait sinkronisasi data korban banjir yang belum menerima bantuan. Warga dapat melapor ke kantor camat setempat atau langsung ke Pendopo Idi Rayeuk.

Baca juga: VIDEO - Ratusan Emak-Emak Demo Pendopo Bupati Aceh Timur, Tuntut Kejelasan Data Korban Banjir

Penjelasan gamblang Al-Farlaky disambut antusias oleh warga dengan beragam pertanyaan lanjutan yang seluruhnya dijawab secara jelas dan terukur oleh bupati. 

Di penghujung dialog, Al-Farlaky meminta dukungan seluruh elemen masyarakat agar penyaluran bantuan banjir dapat berjalan merata dengan pemadatan data yang akurat.

Massa pun membubarkan diri secara tertib setelah merasa puas dengan jawaban yang diberikan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.