Pertamina Pastikan Pasokan LPG Tidak Terganggu Imbas Kebakaran SPBE Cimuning
Dwi Rizki April 02, 2026 03:19 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pertamina Regional Jawa Bagian Barat (JBB) merespons kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi pada Rabu (1/4/2026) malam.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria, mengatakan, kebakaran itu terjadi di SPBE yang diketahui dikelola swasta atau mitra.

SPBE itu diketahui sudah beroperasi sejak tahun 2009.

"Jadi, SPBE ini adalah stasiun pengisian bulk elpiji, di sini itu tempat pengisiannya LPG, lalu nanti itu diangkut oleh mobil agen dan agen itu menyebarkan ke pangkalan-pangkalan," kata Susanto di lokasi, Kamis (2/4/2026).

Meski demikian, Susanto memastikan akibat kejadian ini pasokan LPG ke setiap pangkalan tidak terganggu.

"Kami sampaikan bahwa dengan adanya insiden ini, pasokan LPG pada warga tidak terganggu terutama untuk wilayah yang menjadi coverage dari ini. SPBE ini itu masuknya ke kabupaten Bekasi, kurang lebih melayani tiga wilayah," jelasnya.

Susanto mewakili Pertamina Regional JBB menyampaikan permohonan maaf terkait peristiwa kebakaran yang sebelumnya terjadi pada Rabu (1/4/2026) sekira pukul 21.00 WIB itu. 

Permohonan maaf itu ditunjukan kepada para korban dan khalayak luas.

"Pertamina Patra Niaga Regional Jawa bagian Barat menyampaikan mohon maaf atas insiden yang terjadi, insiden di SPBE yang merupakan mitra dari Pertamina, kami mohon maaf," ucapnya.

Baca juga: Minta Maaf, Pertamina Bertanggung-jawab atas Kebakaran SPBE di Cimuning Bekasi

Berkaitan kejadian itu, Susanto mengungkapkan Pertamina akan bertanggung jawab sepenuhnya, di antaranya terhadap perawatan para korban yang dirawat di Rumah Sakit (RS).

Tidak hanya itu, Pertamina juga akan bertanggung jawab atas kerusakan sejumlah bangunan berupa rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

Guna merealisasikan tanggung jawab itu, Pertamina akan terlebih dahulu melakukan pendataan.

"Sudah pasti perawatan korban itu Pertamina itu tanggung jawab, lalu untuk kerusakan rumah ini kan harus dilihat dulu, kami harus bekerja sama sama pemerintah setempat mungkin ada RT, RW, lurah, untuk mengirim identifikasi dan kami juga akan lihat kerusakannya seperti apa," pungkasnya.

12 Warga Terluka

Seperti diketahui, kebakaran itu mengakibatkan sejumlah warga menjadi korban.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya hingga Kamis (2/4/2026) sekira pukul 01.38 WIB, jumlah korban mencapai 12 orang.

"Korban masih dilakukan pendataan. Sementara ini data di kami ada 12 orang, dan itu sudah dibawq tersebar di beberapa Rumah Sakit (RS)," kata Kusumo di lokasi, Kamis (2/4/2026).

Kusumo menjelaskan, para korban diketahui mengalami luka bakar akibat peristiwa tersebut.

"Rata-rata mengalami luka bakar sekitar 60-70 persen untuk para korban," jelasnya.

Kusumo menuturkan, selanjutnya para korban diarahkan pihaknya untuk sementara mengungsi di posko.

"Yang jelas ini kan ada posko, nanti dicatat oleh pihak relevan semua kerugian seperti apa, yang utama adalah keselamatan warga sekitar. Karena kami lihat banyak warga yg terdampak di sekitar," tuturnya. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.