3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Dedi Mulyadi Sampaikan Belasungkawa, Ternyata Satu Orang Berasal dari Cimahi
Fidiah Nuzul Aini April 02, 2026 03:34 PM

Grid.ID -Sebanyak 3 prajurit TNI gugur di Lebanon. Dedi Mulyadi sampaikan belasungkawa usai salah satu orang berasal dari Cimahi.

Publik tengah menyoroti gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL, yakni Farizal Rhomadhon, Zulmi Aditya Iskandar, dan Muhammad Nur Ichwan. Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi pun juga ikut menyoroti peristiwa tersebut.

3 prajurit TNI gugur di Lebanon, Dedi Mulyadi sampaikan belasungkawa. Ternyata salah satunya berasal dari Cimahi.

Dedi mengungkapkan atas nama masyarakat Jawa Barat, dirinya turut merasakan duka mendalam, sekaligus mendoakan para prajurit yang gugur dalam tugas negara.

"Dalam misi menjaga perdamaian dunia, bertugas berjaga di Lebanon, tiga prajurit TNI gugur. Atas nama masyarakat Provinsi Jawa Barat, kami menyampaikan duka yang mendalam," ujar Dedi, dikutip dari TribunJabar.id

Dari tiga prajurit itu, satu di antaranya merupakan warga Jawa Barat, asal Kota Cimahi bernama Zulmi Aditya Iskandar. Dedi berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa sulit.

"Semoga seluruh keluarganya ditabahkan dan bisa melewati masa-masa sulit," katanya.

Dikatakan Dedi, pengabdian para prajurit akan menjadi bagian penting dalam sejarah perdamaian dunia.

"Seluruh tugas yang ditunaikan akan menjadi catatan kebaikan dalam sejarah perdamaian dunia," katanya.

Dedi berharap, konflik global yang masih terjadi dapat segera berakhir, sehingga dunia kembali damai dan tidak ada lagi korban jiwa.

"Semoga dunia segera berdamai, konflik segera berakhir," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan rasa duka cita atas wafatnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo melalui unggahan di fitur story akun Instagram @prabowo pada Selasa (31/3/2026).

"Inna lillahi wa inna 'ilaihi raaji'uun. Turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah," tulis Prabowo dalam unggahannya.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah menyesalkan peristiwa tersebut dan meminta pihak berwenang untuk segera melakukan penyelidikan. Selain itu, ia juga telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak guna mempercepat proses pemulangan jenazah ke Tanah Air.

Terbaru, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa mereka tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas peristiwa tragis tersebut. Lalu, apa saja faktor yang menjadi dasar sikap Israel yang meragukan tudingan keterlibatan mereka dalam gugurnya anggota Kontingen Garuda itu?

Berada di Wilayah Konflik Aktif

Salah satu alasan utama yang disampaikan militer Israel berkaitan dengan lokasi kejadian. IDF menegaskan bahwa insiden yang melibatkan delapan prajurit TNI (tiga meninggal dunia dan lima mengalami luka) berlangsung di area dengan tingkat pertempuran yang sangat tinggi.

“Perlu dicatat bahwa insiden-insiden ini terjadi di area pertempuran aktif,” demikian pernyataan resmi IDF, dilansir dari BBC.

Dengan kondisi tersebut, Israel menilai kemungkinan terjadinya korban akibat tembakan silang atau ledakan dari berbagai pihak sangat besar dan bisa terjadi tanpa unsur kesengajaan.

Israel Singgung Kemungkinan Keterlibatan Pihak Lain (Hizbullah)

Israel juga menganggap tidak tepat apabila tudingan langsung ditujukan kepada mereka tanpa adanya proses penyelidikan yang menyeluruh. Sebagai bentuk klarifikasi, IDF menyebut tengah melakukan penelaahan mendalam untuk memastikan apakah insiden itu dipicu oleh aktivitas kelompok Hizbullah atau merupakan bagian dari operasi militer mereka sendiri.

“Oleh karena itu, tidak dapat diasumsikan bahwa insiden-insiden yang menyebabkan cedera pada tentara UNIFIL disebabkan oleh IDF,” lanjut pernyataan tersebut.

Bagi Israel, di medan tempur yang kompleks, serangan bisa datang dari arah mana pun, dan mereka menolak asumsi otomatis bahwa militer merekalah pelakunya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.