Ijab Kabul Berurai Air Mata usai Rombongan Pengantin Masuk Jurang di Layang Lekat Bengkulu Tengah
Ricky Jenihansen April 02, 2026 03:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Tangis mengiringi prosesi ijab kabul di Kecamatan Merigi Kelindang, Bengkulu Tengah, setelah kecelakaan maut menimpa rombongan pengantin di Desa Layang Lekat pada Minggu (29/3/2026) pagi.

Insiden tersebut terjadi saat delapan kendaraan yang mengiringi rombongan menuju lokasi akad nikah di Desa Bajak II, Kecamatan Merigi Kelindang, melintas di Desa Layang Lekat, Kecamatan Pagar Jati.

Satu unit mobil pickup L300 terjun ke jurang, menyebabkan tiga orang meninggal dunia serta sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Di antara korban, ayah kandung pengantin pria turut mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Kondisi ini membuat pengantin pria langsung menuju rumah sakit untuk mengantarkan para korban, termasuk ayahnya.

Kepala Desa Bajak II, Ajisran, mengatakan suasana yang awalnya dipenuhi kebahagiaan berubah menjadi kepanikan setelah kabar kecelakaan diterima.

“Sekitar jam 9 pagi, sebenarnya acara sudah akan dimulai. Tapi tiba-tiba kami mendapat telepon bahwa terjadi kecelakaan,” ujar Ajisran saat dihubungi TribunBengkulu.com, Kamis (2/4/2026).

Keluarga pengantin perempuan pun menyusul ke rumah sakit untuk memastikan kondisi para korban.

Setelah situasi mulai terkendali, pengantin pria kembali menuju ke kediaman pengantin wanita di Desa Bajak II untuk melangsungkan akad nikah yang sempat tertunda.

Baca juga: Mobil Rombongan Pengantin Masuk Jurang di Layang Lekat Bengkulu Tengah, Korban Tewas Jadi 3 Orang

Ijab Kabul Berurai Air Mata

Akad nikah akhirnya dilaksanakan sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam kondisi penuh duka, prosesi dilakukan secara sederhana dengan nikah siri terlebih dahulu.

Hal itu dilakukan karena adanya kendala administrasi pada dokumen dari pengadilan, sehingga pernikahan belum dapat langsung dicatat secara resmi.

“Jadi diputuskan nikah siri dulu,” jelas Ajisran.

Meski dalam kondisi emosional, pengantin pria tetap menjalankan ijab kabul.

Prosesi berlangsung lancar, meski suasana dipenuhi kesedihan.

“Pengantin pria tetap kuat melaksanakan ijab kabul, meskipun sambil menangis,” ungkapnya.

Langsung Menuju Rumah Duka

Usai prosesi akad, kedua mempelai tidak melanjutkan rangkaian resepsi.

Mereka langsung menuju rumah duka untuk memberikan penghormatan kepada para korban kecelakaan.

“Setelah akad, mereka langsung ke rumah duka dan acara pun dibubarkan,” tambah Ajisran.

Tiga hari setelah kejadian, pasangan tersebut kembali melangsungkan pernikahan secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) Merigi Kelindang pada Rabu (1/4/2026).

Peristiwa ini menjadi potret pilu bagaimana kebahagiaan harus berjalan berdampingan dengan duka, namun tetap dijalani dengan ketegaran oleh kedua mempelai dan keluarga.

KECELAKAAN - Momen mobil L300 yang masuk jurang sedang dievakuasi warga dengan cara ditarik menggunakam tali, Minggu (29/3/2026). Sebuah mobil jenis Mitsubishi L300 yang membawa rombongan pengantar pengantin masuk ke jurang di Desa Layang Lekat, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah, Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
KECELAKAAN - Momen mobil L300 yang masuk jurang sedang dievakuasi warga dengan cara ditarik menggunakam tali, Minggu (29/3/2026). Sebuah mobil jenis Mitsubishi L300 yang membawa rombongan pengantar pengantin masuk ke jurang di Desa Layang Lekat, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah, Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. (TribunBengkulu.com)

Rombongan Pengantin Masuk Jurang

Peristiwa terjadi di ruas jalan antara Desa Sekayun dan Desa Layang Lekat, jalur yang dikenal berkelok dan berada di kawasan perbukitan.

Anggota DPRD Bengkulu Tengah, Jon Karnedi, yang juga adik kandung salah satu korban, membenarkan kejadian tersebut.

“Kejadiannya sekitar jam 9 pagi. Mobil itu membawa rombongan untuk mengantar pengantin,” kata Jon Karnedi.

Awalnya, dua korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni Ansori dan Jahari.

Namun, pada Minggu malam setelah waktu Maghrib, satu korban lain, Mar’ah, yang merupakan ibu dari Jahari, juga meninggal dunia.

“Total korban meninggal dunia menjadi tiga orang, yaitu Ansori, Jahari, dan Mar’ah,” kata Jon.

Kronologi Kecelakaan

Sementara itu, Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Totok Handoyo melalui Kasat Lantas AKP Catur Teguh Susanto menjelaskan, kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal yang melibatkan satu unit mobil pickup L300.

“Kendaraan mengalami out of control saat melintas di tikungan dan turunan, kemudian masuk ke jurang sedalam kurang lebih 20 meter,” ujar AKP Catur.

Mobil pickup warna hitam dengan nomor polisi BE-9883-BL yang dikemudikan Ansori saat itu membawa rombongan pengantar pengantin.

Rombongan diketahui berangkat dari arah Bang Haji menuju Pagar Jati dalam iring-iringan sekitar delapan kendaraan untuk menghadiri akad nikah.

Saat melintas di lokasi kejadian yang merupakan jalan menikung ke kanan dan menurun, kendaraan diduga kehilangan kendali dan bergerak ke sisi kiri jalan sebelum akhirnya terjun ke jurang.

“Kendaraan terbalik dan terguling ke dalam jurang,” jelasnya.

Jumlah penumpang di dalam kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 15 orang.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, yakni An (sopir), Ja, dan Ma.

Sementara itu, korban lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.

“Data sementara, korban meninggal dunia tiga orang, luka berat satu orang, dan luka ringan tiga orang,” ungkap AKP Catur.

Seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit dan puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

An diketahui merupakan warga Desa Sekayun Mudik, Kecamatan Bang Haji, yang berprofesi sebagai petani dan menjadi sopir kendaraan nahas tersebut.

Sementara Ja, yang juga meninggal dunia, merupakan warga Desa Bang Haji dan berprofesi sebagai petani.

Korban lainnya, Ma, juga berasal dari Desa Sekayun Mudik.

Untuk korban luka, di antaranya Warni, Salsabila, Aisa Putri, dan Erma Wati, yang seluruhnya merupakan warga Sekayun.

Polisi juga mengimbau para pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalur menikung dan menurun seperti di lokasi kejadian.

“Pengendara diharapkan selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur rawan kecelakaan,” tutupnya.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.