Kisah Unik Pengantin Viral, Mahar Bibit Pohon Mangga Jadi Simbol Cinta Abadi
Tommy Kurniawan April 02, 2026 04:05 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Sebuah pernikahan unik di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mendadak mencuri perhatian publik. Bukan karena kemewahan acara, melainkan mahar yang tak biasa: sepasang bibit pohon mangga.

Peristiwa ini terjadi di Desa Sambiyan, Kecamatan Kaliori, saat seorang pemuda memilih cara berbeda dalam memulai kehidupan rumah tangga.

Adalah Vicky Rio Wimbi Utomo, warga Desa Batursari, Pati, yang mempersunting Feronika Parastuti dengan mahar sederhana namun sarat makna.

Alih-alih emas atau uang tunai, Vicky justru menyerahkan dua bibit pohon mangga sebagai simbol ikatan pernikahan mereka.

Mahar Penuh Filosofi Kehidupan

Di balik pilihan yang tak lazim itu, tersimpan filosofi mendalam tentang perjalanan rumah tangga.

Vicky menjelaskan, pohon mangga yang ia jadikan mahar merupakan lambang kehidupan yang harus dirawat bersama.

Baca juga: Viral Dua Remaja Kedapatan Tidur Berpelukan di Musala, Warga Emosi hingga Disiram Air

Baca juga: Sosok Umar Hadi, Dubes RI yang Sindir Keras ke Israel: 3 Prajurit TNI Gugur Tak Perlu Alasan

Menurutnya, akar pohon mencerminkan kekuatan cinta yang tumbuh diam-diam namun kokoh, sementara batangnya melambangkan keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian.

“Ini bukan sekadar mahar, tapi doa yang saya tanam. Harapannya, cinta kami tumbuh kuat seperti akar dan tetap tegak menghadapi segala musim,” ungkap Vicky.

Ia juga berharap, saat pohon tersebut berbuah di masa depan, manisnya hasil itu menjadi simbol dari kesabaran dan perjuangan yang mereka jalani bersama sebagai pasangan suami istri.

Bukan Sekadar Simbol, Tapi Komitmen

Bagi Vicky, pernikahan bukan hanya tentang hubungan dua insan, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap kehidupan, termasuk lingkungan.

Ia ingin mahar tersebut menjadi pengingat bahwa rumah tangga harus dijaga dan dirawat, sebagaimana merawat pohon hingga tumbuh dan berbuah.

“Ini adalah kehidupan yang kami titipkan untuk dijaga bersama,” ujarnya.

Dapat Apresiasi dari Kemenag

Langkah pasangan ini pun mendapat apresiasi dari pihak Kementerian Agama setempat.

Kepala Kantor Kemenag Rembang, Moh. Mukson, menilai mahar tersebut sejalan dengan program pelestarian lingkungan berbasis nilai keagamaan yang tengah digalakkan pemerintah.

Ia menyebut, konsep mahar berupa tanaman memiliki nilai edukasi sekaligus kontribusi nyata bagi lingkungan.

“Ini inspiratif. Di awal pernikahan saja sudah memberi dampak positif bagi alam,” kata Mukson.

Ia berharap pasangan tersebut benar-benar merawat pohon itu sebagaimana mereka menjaga keharmonisan rumah tangga.

Mahar dalam Islam Tidak Harus Mewah

Dalam ajaran Islam, mahar merupakan kewajiban yang harus dipenuhi calon suami kepada calon istri sebagai bentuk penghormatan dan kesungguhan.

Namun, Islam tidak membatasi bentuk mahar secara kaku.

Mahar dapat berupa apa saja yang memiliki nilai dan manfaat, selama disepakati kedua belah pihak.

Bahkan dalam beberapa riwayat, mahar bisa berupa hal sederhana seperti cincin besi hingga jasa mengajarkan Al-Qur’an.

Prinsip utamanya adalah tidak memberatkan, serta didasarkan pada keikhlasan dan kemampuan.

Jadi Inspirasi Pernikahan Sederhana

Kisah Vicky dan Feronika menjadi pengingat bahwa esensi pernikahan tidak terletak pada kemewahan, melainkan pada makna dan komitmen yang dibangun bersama.

Mahar bibit pohon mangga itu pun kini menjadi simbol harapan bahwa cinta yang dirawat dengan baik akan tumbuh, kuat, dan memberi manfaat, layaknya pohon yang berbuah di masa depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.