Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan angkat bicara terkait isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sempat menghebohkan masyarakat.
Isu kenaikan harga BBM dampak konflik global itupun membuat masyarakat panik sehingga mangantre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mengisi kendaraanya.
Kepanikan masyakat semakin menjadi ketika adanya informasi bahwa BBM diproyeksikan mengalami lonjakan yang sangat drastis sehingga mengalami panic buying.
Menyikapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor tersebut meminta masyarakat tenang dan tidak termakan isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Pasalnya, hingga saat ini harga BBM tidak mengalami kenaikan dan pemerintah pusat pun telah menjamin tidak ada kenaikan per 1 April 2026.
Di samping itu, ia pun mengumbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
"Harga BBM dipastikan stabil dan stok atau ketersediaan nya masih ada. Jadi saya berharap masyarakat tenang dan tidak punic buying, jangan termakan isu di medsos dan harap bijak dalam bermedsos," ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, dengan tidak naiknya harga BBM di Indonesia merupakan keberhasilan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas.
Sebab, kata dia, banyak negara-negara yang tak bisa mempertahankan hal tersebut sehingga warganya kesulitan mendapat bahan bakar dan harganya melonjak drastis.
"Bicara kebijakan tentu itu ranahnya pemerintah baik pusat maupun daerah. Melihat kondisi global saat ini disaat negara-negara tetangga mau tidak mau menaikan harga BBM. Indonesia dibawah kepemimpinan bpk Presiden RI Prabowo Subianto," katanya.