TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat mengguyur Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (2/4/2026) sejak siang hari.
Hingga pukul 14.00 WIB, hujan masih terus turun merata di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Habaring Hurung.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hujan mulai turun sekitar pukul 12.00 WIB. Langit yang sejak siang tampak mendung akhirnya benar-benar menurunkan hujan yang belum menunjukkan tanda-tanda akan reda.
Suasana jalanan pun berubah. Sejumlah pengendara tampak memperlambat laju kendaraan, sementara sebagian warga memilih berteduh di warung dan bangunan sekitar untuk menghindari guyuran air hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Kotim memprakirakan hujan ringan masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Kotim hingga malam hari.
Kepala BMKG Kotim Mulyono Leo Nardo, menyampaikan bahwa kondisi cuaca ini perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.
“Wilayah pesisir di Kotim agar berhati-hati terhadap potensi banjir rob, karena saat ini sedang ada peringatan dini yang berlaku hingga tanggal 4 April,” ujarnya.
Ia menambahkan, suhu udara di wilayah Kotim hari ini berkisar antara 25 hingga 28 derajat Celsius.
Meski tergolong normal, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap perlu diantisipasi.
“Warga diimbau untuk selalu memantau perkembangan prakiraan cuaca dari BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan hujan lebat,” tambahnya.
Di tengah hujan yang terus turun, aktivitas warga pun sedikit terganggu.
Robby, seorang warga yang ditemui saat berteduh, mengaku terkejut saat hujan tiba-tiba turun saat dirinya sedang dalam perjalanan.
Baca juga: Prakiraan BMKG Kotim Potensi El Nino 2026 Capai 50 Persen, Kemarau Diprediksi Lebih Panjang
Baca juga: Sampit Diguyur Hujan Lebat, BMKG Kotim Sebut Ada Pengaruh Teknologi Modifikasi Cuaca Atau TMC
“Tadi saya mau beli sesuatu, tapi di tengah jalan tiba-tiba hujan deras, jadi terpaksa berteduh,” katanya.
Ia juga mengingatkan pengendara, khususnya roda dua, untuk lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Jangan seperti saya yang tidak bawa jas hujan, akhirnya kebasahan,” ucapnya sambil tersenyum.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan hingga beberapa hari ke depan, masyarakat diharapkan tetap waspada, terutama terhadap risiko genangan air dan banjir rob di wilayah pesisir.