Hasil transaksi ini menunjukkan investor internasional tetap memiliki keyakinan terhadap fundamental Indonesia dan Bank Mandiri
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menerbitkan global bond atau surat utang global senilai 750 juta dolar AS pada 31 Maret 2026 di tengah situasi global yang menantang seiring dengan terjadinya perang Timur Tengah.
Surat utang tersebut memiliki tenor 5 tahun dan tingkat kupon sebesar 5,25 persen. Penerbitan ini mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribe sebesar 3,3 kali, mencerminkan tingginya minat investor internasional.
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa tingginya minat investor mencerminkan kepercayaan global terhadap fundamental dan kinerja keuangan perseroan.
Langkah ini, imbuh dia, turut menegaskan fondasi bisnis yang solid untuk mendorong akselerasi yang bertumbuh di tengah dinamika pasar global.
“Hasil transaksi ini menunjukkan investor internasional tetap memiliki keyakinan terhadap fundamental Indonesia dan Bank Mandiri di tengah kondisi ekonomi makro dan dinamika geopolitik global yang menantang,” kata Ari.
Ia menambahkan bahwa dana yang diperoleh akan digunakan untuk keperluan korporasi secara umum guna mendukung pertumbuhan bisnis.
Perseroan mencatat, tingginya kepercayaan investor tercermin dari distribusi yang terdiversifikasi, dengan alokasi kepada fund manager dan asset manager (85 persen), perbankan (8 persen), lembaga pemerintah dan sovereign wealth funds (3 persen), perusahaan asuransi (3 persen), serta private bank (1 persen).
Berdasarkan wilayah, investor berasal dari Asia (69 persen), Eropa, Timur Tengah, dan Afrika/EMEA (26 persen), serta investor Amerika Serikat offshore (5 persen).
Diversifikasi investor tersebut, catat perseroan, mempertegas keunggulan berkelanjutan Bank Mandiri dalam menjaga kepercayaan pasar internasional melalui fundamental yang kuat dan strategi pendanaan yang disiplin.
Di tengah kondisi pasar yang sempat tertekan akibat pelemahan pada sesi perdagangan Amerika Serikat, perseroan menerapkan pendekatan yang pruden dengan menunggu momentum yang lebih kondusif pada saat pembukaan pasar Asia.
Selain itu, perseroan mengimplementasikan strategi intraday execution untuk membatasi eksposur terhadap risiko pasar sekaligus mengoptimalkan momentum positif yang muncul. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas eksekusi transaksi serta memperoleh respons yang baik dari investor global.
Hal ini juga didukung oleh rekam jejak Bank Mandiri sebagai penerbit aktif di pasar internasional dan hubungan yang kuat dengan basis investor, sejalan dengan upaya memperkuat keunggulan keberlanjutan perseroan.
Adapun surat utang ini memperoleh peringkat BBB dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings, serta dicatatkan di Singapore Exchange.
Transaksi didukung oleh DBS Bank Ltd., HSBC, J.P. Morgan, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered Bank yang bertindak sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers.





