Lagi, Trump Cari Alasan Agar Tak Kalah Dari Iran, Ubah Tujuan Perang
Ryan Nong April 02, 2026 05:19 PM

POS-KUPANG.COM, AMERIKA-  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mulai mengubah tujuan dalam perang melawan Iran. Pergeseran ini dinilai sebagai upaya untuk membuka jalan keluar lebih cepat dari konflik yang terus berkembang.

Sejumlah pengamat menilai perubahan target tersebut memungkinkan Washington mengeklaim keberhasilan tanpa harus menuntaskan seluruh tujuan awal.

Tujuan perang terus berubah Sejak awal, Trump menyatakan operasi militer besar diluncurkan karena Iran berupaya membangun kembali program nuklir dan mengembangkan rudal jarak jauh yang dapat mengancam sekutu AS serta wilayah Amerika. Ia juga sempat menyerukan agar rakyat Iran bangkit menggulingkan pemerintah mereka setelah aksi militer AS selesai.

Baca juga: Teheran Bantah Klaim Trump Soal Iran Minta Gencatan Senjata

Beberapa hari kemudian, Trump merinci empat tujuan utama, yakni: Menghancurkan stok rudal balistik Iran, Melumpuhkan angkatan laut Iran Mencegah Iran memperoleh senjata nuklir Menghentikan dukungan Iran terhadap kelompok militan proksi Namun, seiring berjalannya konflik, tujuan tersebut terus berkembang.

Washington mulai menyinggung isu lain seperti pembukaan kembali Selat Hormuz hingga potensi menguasai minyak Iran. Trump juga sempat melontarkan gagasan menyerang Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran sebelum perang.

 Ia bahkan menyebut bahwa “perubahan rezim adalah sebuah keharusan, tetapi saya pikir itu akan terjadi dengan sendirinya”, meski sebelumnya hal itu tidak termasuk dalam target resmi. Dinilai cari jalan keluar dari perang Pengamat dari China, sebagaimana dilansir South China Morning Post pada Rabu (1/4/20260), menilai perubahan tujuan ini mencerminkan upaya Trump mencari jalan keluar yang “terhormat” dari konflik.

Baca juga: Iran Tembak Kapal Tanker Milik Qatar Energy, Tidak Ada Korban Jiwa

 Zhang Chuchu dari Fudan University menyebut Trump membutuhkan semacam pencapaian untuk membingkai perang sebagai kemenangan. Sementara itu, Fan Hongda dari Shaoxing University menilai fleksibilitas target memberi ruang bagi AS untuk mengakhiri keterlibatan lebih cepat.

“Saya tidak akan terkejut jika AS menyatakan kemenangan sekarang karena mereka bisa saja mengatakan bahwa mereka telah mencapai tujuannya sehingga AS bisa pergi kapan saja dalam waktu dekat,” ujar Fan.

Ia juga menambahkan bahwa jika perubahan rezim dimaknai sekadar pergantian sebagian pemimpin, maka target tersebut akan lebih mudah dicapai dan bisa menjadi jalan keluar bagi AS. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.