Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA- Kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026) malam, kini dalam penyelidikan kepolisian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyebutkan, Polres Metro Bekasi Kota telah menggandeng tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk mengusut penyebab kebakaran yang disertai ledakan itu.
"Penyebab kebakaran yang disertai ledakan dan semburan api tersebut saat ini masih dalam penyelidikan Polres Metro Bekasi dengan melibatkan Labfor untuk menemukan penyebab kejadian," ujar Kombes Budi Hermanto, Kamis (2/4/2026).
Kebakaran itu mengakibatkan 13 orang mengalami luka bakar dan merusak sejumlah bangunan warga di sekitar lokasi.
"Akibat kejadian tersebut, 13 orang mengalami luka bakar dan dievakuasi ke sejumlah rumah sakit," kata Kombes Budi Hermanto.
Baca juga: Pertamina Pastikan Pasokan Gas LPG Tidak Terganggu Akibat SPBE Cimuning Terbakar
Baca juga: Pertamina Minta Maaf dan Pastikan Tanggung Jawab Terkait Kebakaran SPBE di Bekasi
Baca juga: 5 Jam Berjibaku dengan Api, Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi Padam
"Selain itu, kebakaran juga berdampak pada bangunan warga, meliputi rumah, kontrakan, toko, warung, dan gudang rongsok, dengan sejumlah bangunan mengalami kerusakan sedang hingga rusak parah," lanjutnya.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria, mengatakan, kebakaran itu terjadi di SPBE yang diketahui dikelola swasta atau mitra.
SPBE itu diketahui sudah beroperasi sejak tahun 2009.
"Jadi, SPBE ini adalah stasiun pengisian bulk elpiji, di sini itu tempat pengisiannya LPG, lalu nanti itu diangkut oleh mobil agen dan agen itu menyebarkan ke pangkalan-pangkalan," kata Susanto di lokasi, Kamis (2/4/2026).
Meski demikian, Susanto memastikan akibat kejadian ini pasokan LPG ke setiap pangkalan tidak terganggu.
"Kami sampaikan bahwa dengan adanya insiden ini, pasokan LPG pada warga tidak terganggu terutama untuk wilayah yang menjadi coverage dari ini. SPBE ini itu masuknya ke kabupaten Bekasi, kurang lebih melayani tiga wilayah," jelasnya.
Susanto mewakili Pertamina Regional JBB menyampaikan permohonan maaf terkait peristiwa kebakaran yang sebelumnya terjadi pada Rabu (1/4/2026) sekira pukul 21.00 WIB itu.
Permohonan maaf itu ditunjukan kepada para korban dan khalayak luas.
"Pertamina Patra Niaga Regional Jawa bagian Barat menyampaikan mohon maaf atas insiden yang terjadi, insiden di SPBE yang merupakan mitra dari Pertamina, kami mohon maaf," ucapnya.
Berkaitan kejadian itu, Susanto mengungkapkan Pertamina akan bertanggung jawab sepenuhnya, diantaranya terhadap perawatan para korban yang dirawat di Rumah Sakit (RS).
Tidak hanya itu, Pertamina juga akan bertanggung jawab atas kerusakan sejumlah bangunan berupa rumah warga di sekitar lokasi kejadian.
Guna merealisasikan tanggung jawab itu, Pertamina akan terlebih dahulu melakukan pendataan.
"Sudah pasti perawatan korban itu Pertamina itu tanggung jawab, lalu untuk kerusakan rumah ini kan harus dilihat dulu, kami harus bekerja sama sama pemerintah setempat mungkin ada RT, RW, lurah, untuk mengirim identifikasi dan kami juga akan lihat kerusakannya seperti apa," pungkasnya. (m31)