TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, menghadapi tantangan besar akibat sulitnya akses menuju lokasi kejadian.
Tim Manggala Agni yang telah memasuki hari keempat operasi, harus menempuh perjalanan panjang dan berlapis untuk mencapai titik api.
Mulai dari penyeberangan RoRo menuju Pulau Rupat selama sekitar 1,5 jam, dilanjutkan penyeberangan perahu selama 15 menit, hingga perjalanan darat menggunakan sepeda motor selama kurang lebih 30 menit.
“Untuk mencapai lokasi tidak mudah. Aksesnya cukup sulit sehingga mobilisasi personel dan peralatan menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pemadaman,” ujar Ferdian Krisnanto, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Kamis (2/4/2026).
Lanjut dia, kondisi ini berdampak pada lambatnya distribusi sumber daya, baik personel maupun peralatan pemadaman.
Di tengah keterbatasan tersebut, tim tetap berupaya maksimal mengendalikan api yang kini bergerak mendekati permukiman warga.
Sebanyak satu tim Daops Sarolangun, satu tim Daops Musi Banyuasin, dan dua tim Daops Dumai dikerahkan di lokasi.
Strategi pemadaman difokuskan pada penyekatan api agar tidak meluas ke area pemukiman.
Selain akses yang sulit, tim juga menghadapi kendala lain berupa angin kencang yang berubah-ubah arah serta minimnya sumber air di lokasi.
Untuk itu, pemadaman dilakukan dengan kombinasi pompa air dan pompa punggung.
“Angin yang tidak menentu dan keterbatasan sumber air menjadi kendala di lapangan. Namun kami tetap berupaya maksimal, terutama untuk mengamankan area permukiman warga,” kata Ferdian.
Baca juga: Warga Kota Bengkalis Kesulitan BBM Sejak Kemarin, Warga: Banyak SPBU yang Kosong
Baca juga: Karhutla di Pelalawan, Hujan Hasil OMC Padamkan Api di Desa Segamai
Sebagai langkah tambahan, Manggala Agni juga telah mengajukan bantuan pemadaman udara (water bombing) melalui BPBD Riau untuk menjangkau titik api di kawasan rimba dengan vegetasi lebat.
Di lokasi lain, yakni Pulau Muda, kebakaran telah berhasil dipadamkan.
Tim Daops Rengat melakukan proses pendinginan dan pengecekan guna memastikan kondisi benar-benar aman.
Sementara itu, satu regu dari Daops Rengat saat ini tengah menuju Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, untuk menangani titik api baru, dengan perkiraan tiba di lokasi pada sore hari.
Di tengah berbagai keterbatasan, dukungan masyarakat setempat turut membantu kelancaran operasi.
Pemerintah dusun setempat meminjamkan pondok sebagai tempat menginap bagi tim yang bertugas di lapangan.
"Kemarin ada pendampingan dari Puskesmas untuk kawan-kawan di Titi Akar," pungkas Ferdian.
( Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)