Aksi Kamisan di Jogja Desak Pelaku Teror Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Diproses Peradilan Umum
Muhammad Fatoni April 02, 2026 08:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aksi Kamisan yang digelar di bundaran Tugu Pal Putih Yogyakarta menyuarakan dukungan moril kepada Andrie Yunus, seorang aktivis yang menjadi korban penyiraman air keras belum lama ini.

Para peserta Aksi Kamisan membentangkan spanduk bertuliskan "Dituduh Provokator Hukum Jadi Alat Penekan Kami Tuntut Bebaskan!," tepat di area Tugu Yogyakarta, Kamis (2/4/2026).

Dalam aksi Kamisan Yogyakarta kali ini turut dikemukakan pembentukan tim pencari fakta yang resmi untuk mengungkap kasus tersebut.

Mereka juga mendesak pemerintah agar proses hukum pelaku penyiraman Andrie Yunus dilakukan diperadilan sipil.

"Kami juga meminta agar peradilannya diadili secara umum bukan peradilan militer, karena di peradilan militer banyak sekali keterbatasan, kita yang tidak bisa melihat bagaimana kasus ini akan dibawa," ujar Asgar Maulana, salah satu peserta aksi. 

Alasan lain yang menurut Asgar perlu dilakukannya peradilan umum dikarenakan alur peradilan militer seringkali berjalan tertutup.

"Pengadilannya tertutup jadi kami meminta kepada pemerintah untuk kasus Andrie Yunus diadili secara peradilan umum," ujarnya.

Baca juga: Duduk Berdampingan dengan GKR Mangkubumi, Ini Momen Kapolri Hadiri Kirab HUT ke-80 Sri Sultan HB X

Merusak dan Mengancam Demokrasi

Dia melihat kasus Andrie Yunus bukan hanya merusak demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM), tetapi menjadi ancaman bagi generasi muda untuk bersuara.

Asgar melihat peristiwa teror dan intimidasi bukan hanya ditujukan kepada Andrie Yunus, melainkan beberapa kasus serupa turut terjadi diberbagai daerah.

"Ada beberapa kawan kami yang ternyata di Bangka Belitung juga kami mendapat kabar ada yang dsiram air keras juga," ucapya.

Oleh karena itu Argas beserta kawan-kawan aktivis lain mendesak supaya dalang intelektual pada pelaku teror terhadap aktivis harus segera ditangkap.

Pihaknya juga tak henti menyuarakan dukungan melalui Aksi Kamisan yang rutin dilaksanakan.

"Pasti, pasti ada aktor intelektual. Dan dalangnya itu harus dicari (ditemukan)," pungkasnya. (*)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.