TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap wacana penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pria yang akrab disapa Mas Aaf ini menilai, kehadiran fisik ASN di kantor tetap menjadi kunci utama optimalnya pelayanan publik.
Mas Aaf mengkhawatirkan kebijakan bekerja dari rumah justru akan menurunkan produktivitas pegawai dalam melayani masyarakat, sementara hak keuangan mereka tetap diterima penuh.
"Saya termasuk yang tidak setuju dengan WFH ASN. Nanti ASN bisa jadi 'keenakan' tidak bekerja langsung melayani masyarakat, tetapi gaji tetap utuh," tegasnya saat memberikan keterangan, Kamis (2/4/2026).
Solusi Hemat Energi Tanpa WFH
Menanggapi alasan penghematan energi dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sering mendasari wacana WFH, Wali Kota Pekalongan memiliki pandangan berbeda.
Menurutnya, tujuan tersebut bisa dicapai tanpa harus mengosongkan kantor pemerintahan.
Baca juga: ASN di Pelayanan Kesehatan Kudus Dipastikan tidak WFH
Ia mengusulkan agar ASN tetap masuk kantor namun diatur pada hari-hari tertentu untuk menggunakan moda transportasi ramah lingkungan.
"Kalau tujuannya hemat energi, ASN tetap masuk kantor. Tetapi bisa diatur hari tertentu untuk berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan angkutan umum," usulnya.
Geografis Pekalongan Jadi Pertimbangan
Lebih lanjut, Mas Aaf menjelaskan bahwa kondisi geografis Kota Pekalongan yang relatif kecil berbeda dengan kota megapolitan seperti Jakarta atau Surabaya.
Jarak antar instansi dinilai masih sangat terjangkau meski ditempuh tanpa kendaraan bermotor pribadi.
"Kota Pekalongan ini kecil. Jaraknya masih sangat memungkinkan ditempuh dengan sepeda atau jalan kaki. ASN kita masih sangat sanggup dan mereka juga tidak keberatan," imbuhnya.
Bagi Pemerintah Kota Pekalongan, opsi WFH diposisikan sebagai pilihan terakhir yang hanya akan diambil jika kondisi benar-benar mendesak.
Mas Aaf optimis para abdi negara di lingkup Pemkot Pekalongan tetap mampu memberikan kinerja maksimal melalui kehadiran langsung di kantor. (dro)
Baca juga: Kontras dengan Keluhan Jalan Rusak, Pemkot Pekalongan Malah Bangun Proyek Kantor Baru Pascakebakaran