5 Hari Dicari, Kakek 80 Tahun yang Hilang di Hutan Buton Selatan Sulawesi Tenggara Belum Ditemukan
Sitti Nurmalasari April 02, 2026 07:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Upaya pencarian terhadap LW (80), warga Desa Busowa, Kecamatan Sampolawa, Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Kamis (2/4/2026) sore, belum membuahkan hasil. 

Tim SAR Gabungan telah memasuki hari kelima penyisiran untuk menemukan korban yang dilaporkan hilang saat menuju kebun miliknya sejak akhir Maret 2026.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, menjelaskan bahwa operasi pencarian pada hari kelima ini berlangsung hingga pukul 17.04 Wita.

Meski cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cerah berawan, medan dan kondisi di lapangan belum memberikan petunjuk signifikan mengenai keberadaan korban.

"Pencarian hari ini dihentikan sementara dengan hasil nihil. Mengingat kondisi cahaya dan efektivitas tim di lapangan, operasi akan dilanjutkan kembali Jumat (3/4/2026) pagi sekira pukul 07.00 Wita," ujar Amiruddin dalam keterangan resminya.

Baca juga: Kakek 80 Tahun di Busel Hilang saat Antar Ikan ke Kebun, Basarnas Kendari Lacak Pakai Drone Thermal

Insiden warga hilang tersebut bermula, pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 10.30 Wita.

Saat itu, LW pamit meninggalkan rumah untuk mengantarkan ikan bagi keponakannya yang tinggal di area perkebunan.

Namun, hingga sore hari, korban tak kunjung tiba di lokasi yang dituju.

Keluarga bersama masyarakat setempat sempat mencari secara mandiri selama beberapa hari sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang.

Dalam operasi ini, KPP Kendari mengerahkan berbagai unsur untuk memperluas jangkauan pencarian.

Baca juga: Kakek yang Hilang di Sungai Belakang Rumah di Kolaka Ditemukan Selamat di Rumah Kebun

Selain personel dari Pos SAR Baubau dan staf Ops KPP Kendari, pencarian juga melibatkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buton Selatan, Bhabinkamtibmas, Aparat Desa Busowa dan masyarakat serta keluarga korban.

Untuk mengatasi kendala medan perkebunan yang luas, tim gabungan juga memanfaatkan teknologi drone thermal guna mendeteksi jejak panas di permukaan tanah dari udara.

Selain itu, unit motor trail dikerahkan untuk menyisir jalan setapak yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.

"Kami memaksimalkan seluruh peralatan, mulai dari alat evakuasi hingga perangkat komunikasi pendukung, demi memastikan setiap sudut area yang dicurigai telah terperiksa," jelas Amiruddin.

Jarak Kecamatan Sampolawa dengan Kecamatan Batauga, ibu kota Kabupaten Buton Selatan sekira 42,5 kilometer (km), waktu tempuh 1 jam 9 menit berkendara. (*)

(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.