Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat peran generasi muda dalam pengembangan ekonomi atau industri kreatif di ibu kota.
“Dengan komposisi penduduk Jakarta yang didominasi generasi milenial dan Gen Z (50,5 persen), generasi muda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, ekonomi kreatif termasuk industri film merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru yang menunjukkan kinerja positif, dengan pertumbuhan mencapai 9,42 persen secara tahunan pada semester I 2025.
Lebih lanjut, industri film mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung, seperti pariwisata, kuliner, fesyen, dan transportasi.
Selain itu, film juga berperan sebagai media efektif memperkuat citra kota di tingkat global, sejalan dengan visi Jakarta sebagai Kota Sinema.
Oleh karena itu, salah satu upaya dilakukan dalam penguatan peran generasi muda dalam industri kreatif yakni melalui kegiatan Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026, yang menjadi salah satu rangkaian Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 sekaligus dalam rangka memperingati Hari Film Nasional.
"Kegiatan ini merupakan momentum yang strategis untuk memperkuat ekosistem perfilman, khususnya dalam mendorong peran generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di Jakarta," ujar Iwan.
Kegiatan ini menghadirkan pemutaran film pendek serta 'talkshow' interaktif bersama insan perfilman nasional, yaitu Riri Riza dan Prilly Latuconsina.
Iwan mengatakan, inisiatif ini sekaligus menjadi ruang kolaboratif yang mendorong penguatan ekosistem perfilman yang inklusif dan berdaya saing, sekaligus membuka ruang edukasi dan pembinaan bagi pelajar serta mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam industri kreatif.
Dia berharap penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival dapat menjadi salah satu program unggulan dalam penguatan industri film di Jakarta yang mampu menciptakan ruang kolaborasi, meningkatkan kualitas talenta serta mendorong lahirnya karya-karya yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
"Dengan mengusung tema "Jakarta Kota Kita" Jakarta Youth Film Festival 2026 diharapkan dapat menjadi katalis lahirnya karya-karya kreatif yang berakar pada perspektif lokal sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang kreatif, inklusif dan berdaya saing," kata dia.
Iwan menambahkan, ke depannya sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan seluruh unsur pentahelix di Provinsi DKI Jakarta akan terus diperkuat untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.





