- Lebih dari 30 negara akan bergabung dalam upaya pembukaan kembali Selat Hormuz.
Koalisi tersebut dipimpin oleh Inggris tanpa melibatkan Amerika Serikat (AS).
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan bahwa pertemuan berlangsung secara virtual pada Kamis (2/4/2026).
Pertemuan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper.
Mereka akan membahas upaya pembukaan kembali Selat Hormuz, termasuk dengan cara memberikan tekanan diplomatik dan politik terhadap Iran.
Starmer menilai, pemulihan kebebasan navigasi di jalur minyak terpenting dunia bukan hal mudah.
Sehingga dibutuhkan persatuan kekuatan militer dan aktivitas diplomatik.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa mengamankan Selat Hormuz bukanlah tugas AS.
Ia pun meminta sekutu yang enggan membantu perang melawan Iran untuk berjuang mencari minyak sendiri.
Sementara itu, 35 negara termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, Jepang, dan Uni Emirat Arab telah menandatangani sebuah pernyataan.
Mereka menuntut Iran menghentikan upaya untuk memblokir Selat Hormuz.
Iran sendiri telah menegaskan bahwa perairan tersebut hanya ditutup untuk AS, Israel, dan sekutunya.
Sementara negara yang dianggap sahabat, seperti Rusia, China, India, Pakistan dipastikan kapal-kapalnya aman.