Bau Gas Menyengat Jadi Penanda Sebelum SPBE Meledak Hebat, Warga Panik
Noval Andriansyah April 02, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bekasi - Bau gas menyengat ternyata menjadi penanda jelang Stasiun Pengisian Bulk Elpiji ( SPBE ) Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat meledak hebat.

Warga yang tinggal di sekitar SPBE Cimuning sudah mencium bau gas menyengat tersebut sejak sore hari. Bau gas tersebut diduga karena terjadi kebocoran.

Setelah tercium bau gas menyengat, karyawan SPBE memperbaiki kebocoran yang terjadi.

Namun tak disangka, beberapa jam setelahnya, ledakan terjadi. Insiden meledaknya SPBE Cimuning tersebut terjadi tepatnya pada Rabu (1/4/2026) malam.

Dikutip dari TribunJakarta.com, Ningsih (30), karyawan sekaligus warga setempat, mengungkapkan bahwa kebocoran diduga sudah terjadi sejak sore hari.

Baca juga: SPBE Cimuning Meledak Hebat, 17 Orang Jadi Korban, Warga Berhamburan Keluar Rumah

"Kejadiannya bocor pukul 15.00 atau pukul 16.00, ada laporan dari karyawan, dibenerin, mungkin masih kerja, dilanjutin," kata Ningsih.

Ia menyebut sempat ada upaya perbaikan, namun aktivitas tetap berjalan seperti biasa.

Selama bertahun-tahun tinggal di kawasan tersebut, ia baru kali ini merasakan kejadian dengan dampak sebesar ini.

"Aku dengar sih pernah sekali, cuma aman. Cuman ini lebih yang enggak menyangkanya saja. Ini lebih besar dampaknya," tuturnya.

Menjelang malam, para karyawan mulai meninggalkan lokasi karena rasa khawatir yang meningkat. Tak lama setelah itu, kepanikan meluas di kalangan warga.

"Sudah keluar semua (karyawan). Mungkin jam 18.00 atau jam 19.00 WIB. Kalau mobil tangkinya isinya itu jam 20.00 WIB."

Tak lama kemudian, api muncul dan dengan cepat membesar, membuat situasi menjadi tidak terkendali.

Petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra hati-hati untuk mencegah potensi ledakan susulan, sehingga proses penanganan menjadi lebih kompleks dibandingkan kebakaran biasa.

17 Orang Luka-luka

Sebanyak 17 orang menjadi korban luka-luka, atas insiden SPBE Cimuning meledak hebat.

Warga yang mendengar suara ledakan tersebut panik hingga berhamburan keluar rumah. Ledakan yang berujung kebakaran itu juga menghanguskan sekitar 2.000 meter lahan serta puluhan rumah warga di sekitar lokasi.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo mengatakan, para korban saat ini masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.

"17 orang yang dilakukan perawatan, sebagian juga memang lukanya, luka bakar di atas 50 persen. Ada ibu dan balita ada, balitanya tadi alhamdulillah tidak terkena luka bakar," ujarnya di lokasi, Kamis (2/4/2026) dikutip Kompas.com.

Ia menegaskan bahwa pihaknya saat ini memprioritaskan penanganan korban sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

"Seperti kita ketahui, kita fokus kepada para korban terlebih dahulu bagaimana keselamatan jiwa para korban, kemudian baru kita melangkah ke yang lain," tutur Kusumo.

Sementara itu, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan melibatkan tim forensik.

"Untuk saksi-saksi juga sudah dilakukan pemeriksaan. Ini tadi dari forensik juga sudah datang," jelasnya.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Heryanto.

"Dugaan sementara akibat adanya arus pendek listrik," katanya.

Kebakaran terjadi saat SPBE tengah beroperasi, sehingga meningkatkan risiko, termasuk potensi ledakan gas.

Proses pemadaman pun sempat mengalami kendala karena api melibatkan gas yang memerlukan penanganan khusus.

"Gas seperti ini perlu penanganan khusus dan harus dipetakan di mana titik apinya," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.