Perkuat Kanal Digital, Bluebird Bukukan Pendapatan Rp5,7 Triliun Sepanjang 2025
Muhammad Fatoni April 02, 2026 10:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PT Blue Bird Tbk (BIRD) berhasil membuktikan tajinya sebagai salah satu pemain utama industri transportasi di Indonesia. 

Sepanjang tahun buku 2025, mereka sukses mencatat kinerja keuangan tertinggi sejak dihantam gelombang disrupsi teknologi beberapa tahun silam.

Ya, pendapatan sebesar Rp5,7 triliun, tumbuh 13,2 persen secara tahunan (YoY) sukses dibukukan, berkat dorongan kinerja solid di seluruh lini bisnis, baik taksi maupun non-taksi secara kolektif.

Dari sisi profitabilitas, perseroan mencatat EBITDA sebesar Rp1,34 triliun dan laba bersih Rp643,4 miliar, masing-masing tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kinerja ini juga menunjukkan kuatnya adaptasi di tengah disrupsi industri, hingga tumbuh melampaui capaian pada era sebelum kehadiran ride-hailing.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, menuturkan, pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital. 

"Saat ini, kami secara kontinyu melakukan akselerasi untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan Mobility-as-a-Service yang menghadirkan solusi mobilitas multimoda," tandasnya, melalui keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).

Bluebird juga mengoptimalkan kapasitas layanan melalui penambahan sekitar 1.800 armada sepanjang 2025, sehingga total armada mencapai lebih dari 26.000 unit termasuk armada listrik. 

Ekspansi jaringan operasional turut dilakukan melalui peningkatan jumlah pool menjadi 58 lokasi serta perluasan pangkalan yang kini telah mencapai lebih dari 1.300 titik strategis di berbagai kota.

Baca juga: Cerita Ita dan Widya, Ibu Rumah Tangga yang Pilih Emas Jadi Investasi Aman di Tengah Ketidakpastian

Penguatan kanal digital pun diakui menjadi salah satu pendorong pertumbuhan, di mana aplikasi MyBluebird mencatatkan peningkatan pengguna lebih dari 30 persen, dengan kontribusi pemesanan melalui aplikasi mencapai sekitar 40 persen dari total transaksi

Selain itu, fitur Fixed Price juga menunjukkan pertumbuhan penggunaan hingga dua kali lipat, mencerminkan preferensi pelanggan terhadap kepastian tarif.

Dijelaskan, dengan kapabilitas yang telah dibangun, Bluebird juga akan mendorong penciptaan permintaan baru melalui optimalisasi berbagai saluran distribusi.

Seluruh upaya ditopang peran para garda terdepan, termasuk pengemudi dan tim customer response, yang menghadirkan pengalaman layanan berbasis human connection dan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pelanggan.

"Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan melalui fokus pada kualitas layanan, relevansi solusi, serta eksekusi yang tetap presisi," cetusnya.

"Dengan strategi yang disiplin dan adaptif, kami optimis terus hadir sebagai pilihan utama dalam memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat," tutup Andre. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.