Cerita Ita dan Widya, Ibu Rumah Tangga yang Pilih Emas Jadi Investasi Aman di Tengah Ketidakpastian
Muhammad Fatoni April 02, 2026 10:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tren investasi emas di kalangan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, terus mengalami transformasi.

Emas tidak lagi sekadar dipandang sebagai komoditas perhiasan untuk penunjang penampilan, melainkan telah bergeser menjadi instrumen literasi keuangan yang menjanjikan keberlanjutan finansial jangka panjang.

Semangat literasi ini tampak nyata dalam gelaran tahunan Golden Dream 2026 yang diselenggarakan oleh Toko Mas Jawa di Atrium Jogja City Mall, Sleman, pada 2-5 April 2026.

Dengan mengusung tema "JAWATOPIA", pameran ini memadukan kemegahan koleksi eksklusif dengan edukasi investasi yang interaktif.

Ita (42), warga Kapanewon Depok, Sleman, mengaku sengaja datang ke pameran ini untuk menambah portofolio simpanannya.

Ia mengaku kini lebih jeli melihat pergerakan harga pasar.

"Sekarang emas benar-benar jadi pegangan fisik. Kalau dulu habis Lebaran biasanya dijual, sekarang justru saya simpan (keep) karena nilainya yang terus tumbuh stabil," ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Senada dengan Ita, Widya (38), seorang ibu rumah tangga asal Kota Yogya, mulai memanfaatkan teknologi untuk memantau investasinya.

"Sangat terbantu dengan adanya aplikasi digital. Saya bisa cek harga harian dan riwayat transaksi langsung dari ponsel, jadi investasi emas terasa lebih transparan dan modern," kata Widya.

Simbol Harapan

Tema "JAWATOPIA" yang diangkat tahun ini bukan sekadar konsep visual.

Menurut pihak penyelenggara, tema tersebut memotret keindahan bentang alam dan kesuburan tanah Jawa sebagai simbol harapan.

Desain perhiasan yang ditonjolkan banyak mengambil inspirasi dari hasil perkebunan, seperti elemen jeruk, yang melambangkan kemakmuran.

Chief Operating Officer (COO) Toko Mas Jawa, Mona Pangestu, menjelaskan bahwa koleksi unggulan yang ditampilkan adalah Seruni.

Koleksi yang baru diluncurkan pada Maret 2026 ini menonjolkan penggunaan batu sirkon pilihan berkualitas tinggi.

"Koleksi Seruni memiliki ketahanan yang sudah kami uji sendiri. Dengan warna orange citrus yang segar, koleksi ini menjadi bagian dari doa kami agar semangat investasi masyarakat terus bertumbuh subur seperti alam Jawa," tutur Mona.

Baca juga: Triwulan Pertama 2026, Total 222 Pekerja di Sleman Terkena PHK, Mayoritas Akibat Efisiensi

Toko Mas Jawa, yang telah menemani masyarakat sejak tahun 1980, kini tampil dengan wajah baru.

Perubahan logo dari tokoh wayang menjadi bentuk Rumah Jawa menjadi simbol filosofis yang kuat.

"Identitas baru ini adalah harapan agar Toko Mas Jawa senantiasa menjadi 'rumah' yang aman dan nyaman bagi pelanggan untuk bertransaksi serta mendapatkan edukasi investasi. Meski logo berubah, nilai luhur kami—kejujuran, transparansi, dan penyesuaian harga yang adil sesuai pasar—tetap menjadi prioritas utama," tegas Mona.

Untuk mendukung transparansi tersebut, Toko Mas Jawa kini mengandalkan Toko Mas Jawa Apps yang tersedia di Android dan iOS. 

Melalui aplikasi ini, pelanggan di 19 cabang wilayah Jawa Tengah dapat memantau harga harian, total poin member, hingga menukarkan hadiah secara langsung.

Aset Paling Aman

Meski harga emas sempat bergejolak akibat faktor geopolitik dunia, minat masyarakat tetap tinggi. 

Emas fisik dianggap sebagai aset lindung nilai yang paling aman karena keterbatasan sumber daya tambang di masa depan.

"Menariknya, ketika harga emas semakin naik, tingkat kepercayaan masyarakat justru semakin tinggi. Secara organik, harga emas memang cenderung naik dari waktu ke waktu. Kenaikan yang cukup drastis beberapa waktu lalu memang dipengaruhi oleh faktor geopolitik dan kondisi ekonomi global. Namun, saat ini harga sudah mulai kembali ke titik "organik" dengan fluktuasi yang lebih stabil. Kami melihat masyarakat tetap antusias. Kita patut bersyukur karena Indonesia memiliki sumber daya emas yang luar biasa untuk dijadikan pegangan (aset) bagi masyarakat. Dengan memiliki emas fisik, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir dengan ketidakpastian global karena mereka memegang aset yang berwujud," tambahnya.

Pameran Golden Dream 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai program apresiasi pelanggan, mulai dari hadiah langsung hingga undian utama berupa mobil yang telah berlangsung sejak Oktober tahun lalu.

Bagi para pecinta perhiasan dan investor pemula, ajang ini menjadi ruang untuk membekali diri dengan pengetahuan investasi masa depan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.