Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sebanyak 55 anak berjejer rapi lengkap dengan atribut drumband sambil membawa alat musik sesuai formasi di lapangan SD Al-Azhar 1 Bandar Lampung, yang berlokasi di Jalan Gunung Tanggamus No. 34, Perumnas Way Halim, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Kamis (2/4/2026).
Dengan penuh konsentrasi dan semangat, mereka memainkan alat musik masing-masing mengikuti arahan pelatih. Setiap hentakan dan irama yang tercipta seolah menjadi simbol kerja sama dan kekompakan tim.
Di bawah pendampingan Realita Putri Soleha yang akrab disapa Miss Rere, tim ini kembali mengharumkan nama sekolah dengan meraih juara tingkat provinsi pada ajang bergengsi yang digelar Januari lalu.
“Untuk latihan rutin, kami biasanya mulai pukul 14.00 sampai 16.30. Namun menjelang lomba, latihan menjadi lebih intens, bisa tiga kali dalam seminggu bahkan dari pagi hingga sore,” jelas Rere, Kamis (2/4/2026).
Rere menceritakan bahwa tim Drumband Bahana Citra SD Al Azhar 1 Bandar Lampung telah berhasil menorehkan berbagai prestasi gemilang di ajang perlombaan drumband tingkat provinsi, Sumatera, hingga nasional.
Baca juga: Siswa SD Tewas Diseruduk Kijang Oleng Saat Bermain di Depan Rumah, Sopir Luka-luka
Dalam berbagai kompetisi, tim Bahana Citra meraih sejumlah juara, di antaranya Juara Umum 2 (Runner-up) tingkat nasional Piala Kemenpora Cibubur tahun 2019, Juara 2 Major Junior SDBOT PKOR Way Halim 2023 tingkat Provinsi se-Sumatera, Juara 2 Colour Guard Contest SDBOT PKOR Way Halim 2023, serta Juara 3 Percussion Contest SDBOT PKOR Way Halim 2023.
Pada Pringsewu Open Tournament 2024 tingkat Provinsi Lampung, tim ini juga meraih Juara 1 Musik Klasemen SD, Juara 2 Ansambel Musik Klasemen SD, Juara 1 Gitapati Klasemen SD, dan Juara 2 Konser Klasemen SD.
Sementara pada Pringsewu Open 2025 tingkat Provinsi Lampung, mereka kembali meraih Juara 2 Umum, Juara 2 Gitapati Klasemen SD, Juara 3 Pit Perkusi Klasemen SD, Juara 3 Perkusi Battery Klasemen SD, Juara 3 Musik Harmoni Klasemen SD, Juara 3 General Effect Klasemen SD, Juara 3 Display Formasi Klasemen SD, serta Juara 1 Multigames Klasemen SD.
Prestasi juga diraih pada ajang AKA Event XIV Tahun 2026 tingkat Provinsi Lampung dengan meraih Juara 3 Umum, Juara 2 Konser Klasemen SD, Juara 2 Drum Major Klasemen SD, Juara 3 Visual Performance Klasemen SD, dan Juara 3 Musical Performance Klasemen SD.
Raihan prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras, disiplin, serta semangat juang seluruh anggota tim yang dibimbing para pelatih dan didukung penuh oleh pihak sekolah.
Menurut Rere, untuk menguasai satu alat musik dari nol hingga mampu memainkan lagu dengan baik, dibutuhkan waktu sekitar enam bulan. Proses pembelajaran dimulai dari dasar, seperti mengenal not hingga memainkan beberapa lagu secara bertahap.
Menariknya, kegiatan drumband di SD Al Azhar 1 bukanlah kegiatan wajib. Meski begitu, minat siswa sangat tinggi. Mereka dengan sukarela memilih bergabung dan berkomitmen mengikuti latihan yang cukup padat.
Namun, mengelola puluhan siswa tentu bukan hal mudah. Rere mengakui tantangan terbesar adalah menyatukan berbagai karakter anak.
“Pasti ada rasa jenuh, apalagi bagi siswa yang baru bergabung dari kelas 2 hingga kelas 4. Tapi saat menjelang lomba, semangat mereka kembali tumbuh,” ujarnya.
Keberhasilan tim drumband SD Al Azhar 1 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Kekompakan antara pelatih, siswa, serta dukungan penuh dari sekolah menjadi faktor utama.
“Kuncinya satu, yaitu kompak. Dari pelatih, pendamping, sampai pihak sekolah semua saling mendukung,” tutup Rere.
Salah satu anggota yang mencuri perhatian adalah Duratu Anasiha Hartanto (12), siswi kelas 6 yang kini dipercaya sebagai Gita Pati atau pemimpin dalam tim drumband.
Ia menceritakan perjalanannya yang berawal dari paksaan orang tua, namun kini justru menjadi kebanggaan.
“Awalnya aku ikut karena disuruh bunda. Sempat merasa terpaksa, tapi lama-lama jadi suka karena seru dan menantang,” kata Duratu.
Duratu pertama kali mengikuti lomba di PKOR dan langsung meraih juara pertama. Saat itu, ia berperan sebagai pembawa bendera (Colour Guard). Kini, ia naik tingkat menjadi Gita Pati setelah melalui proses seleksi.
“Tantangannya ada, seperti rasa malas latihan karena panas dan capek. Tapi kalau sudah dekat lomba, semangat itu muncul lagi,” ungkapnya.
Ia juga mengaku sempat merasa gugup dan kurang percaya diri saat pertama kali memimpin. Namun seiring waktu, ia mampu beradaptasi dan menjalankan perannya dengan baik.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / Bintang Puji Anggraini)