Ribuan Umat Padati Misa Kamis Putih di Stasi St. Markus Kaniti
Oby Lewanmeru April 02, 2026 10:41 PM

 

LaporaPerayaan ini dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Krispinus Saku, Pr.n Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ribuan umat Katolik mengikuti perayaan Misa Kamis Putih di Stasi St. Markus Kaniti dengan penuh khidmat, pada Kamis 2 April 2026 malam. 

Perayaan ini dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Krispinus Saku, Pr.

Misa dimulai pada pukul 19.00 WITA, namun umat telah mulai berdatangan sejak pukul 18.00 WITA. 

Antusiasme umat terlihat dari membludaknya kehadiran, hingga memenuhi seluruh bagian dalam gereja.

Baca juga: Pemkab Kupang Mulai Revitalisasi UPTD SD Inpres Kaniti

Tidak hanya di dalam gedung, halaman gereja juga dipadati umat. 

Panitia menyiapkan sekitar 10 tenda dan 1000 buah kursi untuk menampung umat yang tidak tertampung di dalam gereja.

Seluruh tenda tersebut tampak penuh oleh umat yang tetap mengikuti jalannya misa dengan tertib dan khusyuk. 

Sebagian umat terlihat mengenakan busana putih dengan bawahan hitam, menambah suasana sakral dalam perayaan tersebut.

Dalam kotbahnya, Romo Krispinus Saku menekankan makna cinta dalam kehidupan manusia. 

Ia menyampaikan bahwa mencintai bukanlah sesuatu yang salah, karena cinta pada hakikatnya tidak pernah salah. Namun, cinta tidak selalu identik dengan keindahan.

"Cinta dan luka seperti pinang dibelah dua. Karena itu, siapa yang siap mencintai harus siap juga untuk patah hati, merasakan sakit, dan bahkan kehilangan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa esensi cinta sejati terletak pada kebahagiaan. Dua hati yang saling menggapai seharusnya menemukan kebahagiaan bersama. Namun jika yang ditemukan justru masalah, kesulitan, dan rasa sakit, maka perlu ada refleksi dalam relasi tersebut.

Lebih lanjut, ia mengajak umat untuk merenungkan cinta Yesus Kristus yang tetap hidup dan tidak pernah mati, meskipun dibalas dengan pengkhianatan. Cinta Yesus, katanya, bersifat kekal dan tidak terbatas.

Dalam perayaan Kamis Putih ini, ia juga menjelaskan dua makna utama, yakni pemberian diri sebagai tanda cinta yang sempurna serta sikap kerendahan hati yang diwujudkan melalui pembasuhan kaki para rasul.

Romo Krisp pun mengajak umat untuk menghidupi nilai pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari serta membangun persaudaraan dengan sesama.

"Hidup perlu pengorbanan, karena cinta dan kasih tidak akan pernah mati. Begitulah cinta Yesus kepada manusia, Ia mengorbankan diri-Nya demi manusia," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.