Siapkan Kekuatan! Iran Rekrut Remaja jadi Relawan Perang Lawan AS-Israel, Siaga Pertempuran Darat
Arie Setyaga Handika April 02, 2026 10:42 PM

- Laporan dari Human Rights Watch (HRW) pada awal April 2026 mengungkapkan langkah drastis yang diambil oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam upaya memobilisasi kekuatan menghadapi agresi militer Amerika Serikat dan Israel.

Di tengah hilangnya banyak personel elit akibat serangan udara "Epic Fury", Teheran dilaporkan secara resmi menurunkan batas usia perekrutan menjadi 12 tahun untuk divisi yang disebut sebagai "Prajurit Pembela Tanah Air Iran".

Remaja-remaja yang direkrut ini tidak hanya ditempatkan di garis belakang, tetapi juga didorong untuk mengisi peran-peran operasional yang berisiko tinggi.

Menurut temuan HRW, mereka dikerahkan untuk menjaga pos pemeriksaan, melakukan patroli intelijen, hingga pengawalan konvoi kendaraan militer.

Selain peran tempur dan patroli, mereka juga mengisi posisi pendukung seperti layanan medis lapangan dan logistik dapur umum.

Langkah IRGC ini menuai kecaman keras karena dianggap sebagai kejahatan perang dan pelanggaran berat terhadap hak asasi anak.

Secara hukum domestik, Iran sebenarnya memiliki aturan yang melarang perekrutan anak di bawah usia 15 tahun ke dalam angkatan bersenjata.

Namun, tekanan perang yang telah menewaskan tokoh-tokoh kunci seperti Ali Larijani dan Ayatollah Ali Khamenei tampaknya memaksa rezim untuk mengabaikan batasan hukum tersebut demi mempertahankan eksistensi negara.

https://www.hrw.org/news/2026/03/30/iran-military-stepping-up-child-recruitment

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.