Jembatan Tertinggi di Iran Runtuh Dirudal AS, 8 Tewas dan Hampir 100 Orang Terluka
Sri Juliati April 03, 2026 07:33 AM


TRIBUNNEWS.COM - Jembatan terbesar di Iran, yang terletak di dekat Teheran, runtuh akibat serangan udara Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump mengunggah video kehancuran jembatan yang bernama B1 tersebut pada Kamis (2/4/2026), sambil mengancam Iran agar segera mencapai kesepakatan sebelum ketegangan meningkat lebih lanjut.

Dalam video tersebut terlihat kepulan asap dan puing-puing besar setelah jembatan itu tampak runtuh.

"Jembatan terbesar di Iran runtuh, tak akan pernah digunakan lagi — masih banyak lagi yang akan menyusul! SUDAH SAATNYA IRAN MEMBUAT KESEPAKATAN SEBELUM TERLAMBAT, DAN TIDAK AKAN ADA YANG TERSISA DARI APA YANG MASIH BISA MENJADI NEGARA HEBAT!" kata Trump dalam unggahan di Truth Social.

Jembatan jalan raya B1, yang menjadi penghubung utama antara ibu kota Iran dan kota Karaj di barat, dianggap sebagai jembatan tertinggi di Timur Tengah dan baru diresmikan pada awal tahun ini, lapor Fox News.

JEMBATAN IRAN RUNTUH - Tangkap layar postingan Truth Social milik Donald Trump, 2 April 2026, memperlihatkan serangan udara terhadap jembatan Iran.
JEMBATAN IRAN RUNTUH - Tangkap layar postingan Truth Social milik Donald Trump, 2 April 2026, memperlihatkan serangan udara terhadap jembatan Iran. (Tangkapan layar media sosial)

Televisi pemerintah Iran dilaporkan memperingatkan adanya potensi pembalasan. Mereka mengklaim militer Iran telah mengidentifikasi sejumlah jembatan di negara-negara Timur Tengah yang bersekutu dengan Amerika Serikat sebagai target, menurut Iran International.

"Beberapa menit yang lalu, musuh Amerika-Zionis sekali lagi menargetkan jembatan B1 di Karaj," demikian pernyataan dalam siaran tersebut.

The Guardian melaporkan jumlah korban tewas meningkat dari sebelumnya dua orang menjadi delapan orang.

Selain itu, sebanyak 95 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Baca juga: Iran Ancam Akan Luncurkan Serangan Lebih Kuat dan Merusak ke AS-Israel: Kemampuan Kami Sangat Besar

Fars News Agency juga melaporkan bahwa wilayah lain di Karaj turut terdampak.

Media tersebut menyebutkan Iran tengah mempertimbangkan rencana untuk membangun kembali jembatan tersebut dengan melibatkan para insinyur dan ahli.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam Iran dilaporkan telah mengidentifikasi sejumlah jembatan di negara-negara sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai target potensial, termasuk infrastruktur di Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Abu Dhabi, serta wilayah Yordania–Tepi Barat.

Tanggapan Menlu Iran

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menilai serangan AS-Israel terhadap infrastruktur sipil Iran menunjukkan keruntuhan moral pihak lawan.

Dalam unggahan di platform X pada Kamis, Araghchi menanggapi serangan tersebut.

Ia menyatakan:

“Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa Iran untuk menyerah."

"Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau."

"Setiap jembatan dan bangunan akan dibangun kembali lebih kuat."

"Yang tidak akan pernah pulih adalah kerusakan pada reputasi Amerika.”

Dalam unggahan lain yang bernada tajam, Araghchi memperingatkan Donald Trump dan pihak-pihak yang mendukungnya agar tidak melakukan eskalasi sembrono yang berpotensi menyeret kawasan dan dunia kembali ke dalam ketidakstabilan, terutama dengan mengganggu pasokan energi vital.

“Ada satu perbedaan mencolok antara masa kini dan Zaman Batu: tidak ada minyak atau gas yang dipompa di Timur Tengah saat itu. Apakah Presiden AS dan rakyat Amerika yang menempatkannya di tampuk kekuasaan yakin ingin memutar kembali waktu?” ujarnya.

Mengutip Press TV, pernyataan Araghchi menjadi pengingat jelas akan potensi konsekuensi ekonomi global yang serius jika aliran energi dari Asia Barat terganggu.

Iran menyatakan tetap mengadvokasi perdamaian, stabilitas, dan penghormatan terhadap kedaulatan, namun juga menegaskan kesiapan untuk membela hak-hak sahnya serta kepentingan kawasan dari segala bentuk agresi.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.