TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Generasi muda di era digital menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan sosial hingga pengaruh media.
Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (PGIW Sulselra), Pendeta Yohanes Metris, memberikan pesan khusus dalam momentum Jumat Agung.
Ia mengajak anak muda untuk tidak sekadar mengikuti arus.
Tetapi memiliki identitas dan prinsip hidup yang kuat.
“Salib memberi identitas bagi setiap orang,” ujarnya dalam dialog virtual bersama dengan Tribun Timur, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, banyak anak muda saat ini kehilangan arah.
Karena terlalu bergantung pada penilaian orang lain.
Padahal, nilai diri tidak ditentukan oleh pengakuan manusia.
Melainkan oleh kasih Tuhan.
Pendeta Yohanes menegaskan bahwa Jumat Agung harus dimaknai sebagai momentum refleksi diri.
Dan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.
Ia juga menyoroti pentingnya integritas dalam kehidupan anak muda.
Menurutnya, hidup yang berarti adalah hidup yang memberi dampak.
Bukan sekadar mengikuti tren.
Ia mengajak generasi muda untuk berani berkata benar.
Dan tidak mudah terpengaruh lingkungan.
Pendeta Yohanes juga mengingatkan pentingnya bangkit dari keputusasaan.
Dengan menjadikan iman sebagai dasar kehidupan.
Ia berharap anak muda dapat menjadi pembawa terang bagi sesama.
“Salib bukan hanya untuk direnungkan, tetapi untuk diwujudkan,” tutupnya.