Sidak ke SMKN 2 Subang, Dedi Mulyadi Ultimatum Sekolah Kumuh dan Minim Inovasi
Hilda Rubiah April 03, 2026 10:42 AM

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjelajah sekolah untuk melakukan sidak (inspeksi dadakan).

Selain sidak di Sekolah Menengah Atas (SMA), Dedi Mulyadi menyidak salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Subang.

Saat tiba di SMK 2 Subang tersebut, Dedi Mulyadi dibuat berang saat melakukan kunjungan tersebut.

Gubernur Jabar itu menemukan kondisi lingkungan sekolah yang dinilai sangat tidak layak dan kumuh, meskipun sekolah tersebut menerapkan sistem pendidikan ala Taruna.

Kekesalan KDM bermula saat melihat fasilitas sekolah yang terbengkalai.

Baca juga: Dedi Mulyadi Bakal Wujudkan Mimpi Buruh Bergaji UMK Bisa Huni Apartemen Seharga Cicilan Motor

Mulai dari kursi yang berantakan, sampah plastik yang berserakan, hingga area parkir yang tidak tertata. 

Ia bahkan menemukan area cuci kaki yang tampak kotor dan memberikan kesan kumuh pada lingkungan sekolah.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi kesal saat meninjau kebersihan WC area sekolah tersebut yang jauh dari kata bersih.

“Saya tidak mau sekolah Taruna kesannya kumuh,” ujar Dedi Mulyadi sembari menegur staf sekolah.

Ironi Sekolah Kejuruan

Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi menyoroti fakta ketidaksinkronan antara jurusan yang ada dengan kondisi fisik sekolah. 

Ia mempertanyakan mengapa sekolah yang memiliki jurusan las dan permesinan membiarkan bangunannya tidak terurus.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga heran menyoroti SMK tersebut memiliki jurusan pertanian namun tidak memiliki sistem pengelolaan sampah organik yang berjalan.

Dedi Mulyadi pun menduga SMK tersebut hanya memfokuskan siswa di bidang akademik meski sekolahnya kejuruan.

"Bapak punya mesin bubut, punya mesin las, kenapa anak-anak lebih cenderung hanya akademik saja? Padahal mereka bisa dikerahkan untuk merapikan ini semua," tegas Dedi Mulyadi.

Gubernur yang akrab disapa KDM itu tampak  kecewa melihat fasilitas praktik yang tidak dimanfaatkan secara kreatif.

Ia menyoroti pembelajaran di SMKN 2 Subang itu minim inovasi.

Baca juga: Dedi Mulyadi Sidak Ngamuk di Sekolah Tegur Sekuriti hingga Kepsek karena Fasilitas Kumuh

Dedi Mulyadi Ultimatum Keras

Kemudian Dedi Mulyadi datang ke kelas dan menanyakan langsung kepada siswa tingkat akhir mengenai rekrutmen kerja online di perusahaan otomotif yang di Subang.

KDM pun mendapati ternyata siswa belum mengetahui adanya rekrutmen kerja tersebut.

Ia pun memberikan teguran keras kepada pihak sekolah dan dinas terkait mengenai sistem rekrutmen kerja online tersebut yang ternyata dinilai belum berjalan efektif di lapangan, padahal laporan administratif menunjukkan hasil yang berbeda.


Lantas Dedi Mulyadi pun mengultimatum sekolah dan dinas pendidikan terkait untuk membenahi semua kekurangan tersebut.

Dedi Mulyadi memberikan waktu satu minggu untuk SMKN 2 Subang itu bisa menyelesaikan permasalahan dan sejumlah kekurangan telah disorotnya.

"Kenapa anak-anak belum tahu soal rekrutmen kerja BYD?  Laporan di depan umum bagus, tapi fakta di lapangan belum berjalan. Saya kasih waktu satu minggu untuk beresin semua!”, tegasnya.

Lewat unggahan di Instagramnya, Dedi Mulyadi mengungkap alasan akhir-akhir ini banyak melakukan sidak di lingkungan sekolah.

Ia ingin memastikan sekolah berjalan sebagaimana mestinya. Karena ia meyakini bahwa peradaban masa depan bangsa yang baik juga berasal dari generasinya.

"Karena dari sinilah peradaban generasi masa depan bangsa itu dimulai," tulis Dedi Mulyadi dalam keterangan unggahannya.

Bantuan Mesin 

Meski menyoroti berbagai kekurangan di SMKN tersebut tentang kebersihan, Dedi Mulyadi memberikan mesin.

KDM mendengarkan keluhan bahwa sekolah tersebut hanya memiliki tiga mesin potong rumput yang berfungsi untuk lahan seluas 14 hektar.

Ia pun langsung bereaksi dan berjanji akan mengirimkan 10 unit mesin potong rumput berkualitas tinggi serta 15 tempat sampah ukuran besar untuk mendukung kebersihan sekolah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.