Emak-Emak Aceh Timur Gelar Aksi Tuntut Kejelasan Bantuan Korban Banjir di Pendopo Bupati
Muliadi Gani April 03, 2026 10:54 AM

 

PROHABA.CO, ACEH TIMUR – Ratusan perempuan dari berbagai gampong di Kabupaten Aceh Timur turun ke jalan dan mendatangi Pendopo Bupati Aceh Timur di Idi Rayeuk, Kamis (2/4/2026).

Aksi yang didominasi kaum ibu atau emak-emak ini menuntut kejelasan atas kekacauan data korban banjir yang dinilai tidak valid, sehingga banyak warga terdampak belum menerima jaminan hidup (jadup), bantuan lainnya, maupun Dana Tunggu Hunian (DTH).

Keresahan warga ini mencerminkan kondisi pasca-bencana banjir besar yang melanda Aceh, khususnya Aceh Timur.

Mereka menilai data penerima bantuan masih simpang siur dan tidak akuntabel, sehingga sebagian korban yang berhak justru tidak tersentuh bantuan sama sekali.

Baca juga: Emak-Emak Geruduk Kantor Keuchik di Nagan Raya, Tuntut Evaluasi Bantuan Banjir

Lima Tuntutan Warga

Dalam aksi yang dipimpin oleh Rony Haryanto, massa menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah:

Mendesak Pemerintah Pusat segera menuntaskan seluruh permasalahan terkait korban bencana banjir di Aceh Timur tanpa penundaan.

Meminta Pemerintah Pusat dan Daerah, termasuk BNPB, BPBD Aceh Timur, Kementerian Sosial RI, serta Kepala Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi, untuk memberikan hak-hak korban banjir secara adil dan tanpa diskriminasi.

Menagih janji Presiden RI Prabowo Subianto yang sebelumnya menyatakan bahwa Indonesia tidak membutuhkan bantuan asing dalam penanganan bencana, karena negara memiliki kemampuan dan anggaran yang cukup.

Baca juga: Oknum Anggota DPRA Dieksekusi, Divonis 8 Bulan Penjara Kasus Kekerasan Anak

Massa menilai pernyataan tersebut harus dibuktikan dengan pemenuhan hak seluruh korban tanpa terkecuali.

Menuntut evaluasi menyeluruh terhadap data penerima bantuan banjir Aceh dan Aceh Timur yang dinilai kacau serta tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Mendesak pemerintah daerah untuk berjuang sungguh-sungguh membela nasib seluruh korban bencana banjir hingga tuntas, dengan cara yang benar dan berkeadilan.

Hingga saat ini, ratusan masyarakat masih bertahan menyampaikan aspirasinya di depan Pendopo Idi Rayeuk, Gampong Jawa, Kabupaten Aceh Timur.

Aksi ini menjadi simbol keteguhan warga dalam memperjuangkan hak-hak mereka, sekaligus mengingatkan pemerintah bahwa transparansi dan keadilan dalam penyaluran bantuan adalah hal yang mutlak.

(Serambinews.com/Maulidi Alfata)

Baca juga: Warga Bakar Truk Pengantar Bantuan Banjir di Langkahan Aceh Utara

Baca juga: Kontraktor Diduga Kabur, Pembangunan Huntara Korban Banjir di Pante Bidari Aceh Timur Terbengkalai

Baca juga: Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Perairan Lhokseumawe, Ada Kalung dan Salinan Surah Yasin

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.