TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pihak keluarga istri mendiang Praka Farizal Rhomadon menyetujui pemakaman jenazah Praka Farizal di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Kulon Progo.
Sebelumnya pihak keluarga merencanakan pemakaman Praka Farizal Rhomadhon dilaksanakan ditempat pemakaman umum setempat.
Ayah mertua Praka Farizal, Noor Khodik, mengatakan seusai bermusyawarah dengan kedua pihak keluarga, bahwasanya disetujui untuk pemakaman Praka Farizal Rhomadhon dilaksanakan di TMP Giripeni Wates, Kulon Progo.
"Ya, setelah berembuk ya, bermusyawarah, ternyata pihak keluarga laki-laki setuju untuk dimakamkan di Makam Pahlawan. Dari pihak perempuan, alhamdulillah saya setuju dimakamkan di Taman Makam Pahlawan," katanya, saat ditemui, Kamis (2/4/2026).
Sebagai ayah mertua, Noor Khodik berharap jenazah Praka Farizal segera dipulangkan agar bisa cepat dimakamkam.
"Memang akan diantar pulang, tapi masalahnya belum tahu lagi, entah besok atau lusa," ujarnya.
Sementara adik ipar Praka Farizal, Fitra Abdul Aziz, merespons positif terkait rencana pemakaman jenazah Praka Farizal Rhomadhon yang akan dikebumikan di TMP Giripeni.
Rencana ini sangat baik agar anak dari Farizal mengetahui bahwa sang ayah merupakan pejuang perdamaian di Lebanon.
"Mungkin dari saya pertimbangannya yang pertama lebih ke anaknya, anak beliau. Ketika sudah besar bisa dengan bangga bahwa ayahnya itu merupakan salah satu pahlawan bangsa yang sudah memberikan jasanya ke perdamaian dunia," ucapnya.
Dia juga berharap kedepannya ada campur tangan pemerintah terkait masa depan anak dari Praka Farizal, mengingat jasa yang diberikan Praka Farizal selama menjadi anggota TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
"Itu kemudian juga mengingat masa depan anaknya supaya ke depannya lebih bagus, lebih baiklah, bisa ada support dari pemerintah juga," pungkasnya.
Sebelumnya, pihak keluarga mendiang Praka Farizal Rhomadhon berharap pemerintah bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan upaya investigasi terkait kematian Praka Farizal.
Pernyataan ini disampaikan Fitra Abdul Aziz selaku kakak ipar dari Praka Farizal Rhomadhon, ketika berkunjung ke rumah duka di Desa Sidorejo, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (2/4/2026).
Fitra meminta PBB melakukan investigasi secara terbuka terkait penyebab kematian Praka Farizal Rhomadhon.
"Harapannya pemerintah melalui menteri atau yang berwenang, itu bisa melobi ke PBB selaku koordinator dari pasukan perdamaian dunia untuk dapat menginvestigasi secara terbuka, secara transparan terkait dengan penyebab meninggalnya tiga anggota tentara kita, gitu," katanya, kepada awak media.
Selain itu Fitra memohon supaya proses pemulangan jenazah Praka Farizal lebih dipercepat.
"Mengingat sudah cukup lama juga beliau di sana. Semoga dengan lobi dari pemerintah disegerakanlah untuk disegerakan dimakamkan gitu," ungkapnya.
Mendiang Praka Farizal Rhomadhon akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Wates, Kulon Progo.
Hal ini sesuai dengan keputusan Panglima TNI serta keputusan negara untuk menghormati jasa Praka Farizal yang gugur dalam tugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon.
"Sesuai dengan keputusan Panglima TNI, ada keputusan negara yang bersangkutan dinaikkan pangkat KPLB, dari pangkat Praka menjadi Kopral Dua, Kopda. Itu yang pertama," kata Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Komando Distrik Militer (Kodam) Iskandar Muda Aceh, Kolonel (Inf) Dimar Bahtera, di rumah duka, Lendah, Kamis (2/4/2026).
Selain dimakamkan di TMP Giripeni, Praka Farizal juga mendapat kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dari Praka menjadi Kopral Dua (Kopda).
"Yang kedua, yang bersangkutan berhak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Jadi nanti kami sudah koordinasi dengan Dandim, nanti direncanakan di Taman Makam Pahlawan di Giripeni sini ya, di Giripeni," ujarnya.
Pada prinsipnya, lanjut Danbrigif, negara tidak memaksa pihak keluarga untuk dimakamkan di Taman Makan Pahlawan atau di pemakaman umum.
Tetapi pihaknya menyarankan demi penghormatan terharap almarhum maka pemakaman akan dilakukan di TMP Giripeni.
"Kami menghimbau dan menyarankan ini demi kehormatan dan simbol negara, ini juga menjadi sampel, contoh, edukasi, motivasi buat masyarakat, termasuk juga bagi keturunan dan keluarga anak-anaknya nanti," jelasnya.
Di samping itu, menurut Danbrigif, Praka Farizal telah memenuhi kriteria prajurit yang layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.
"Dia (Praka Farizal) imakamkan di Taman Makam Pahlawan itu telah memenuhi banyak kriteria. Kemudian di situ juga akan tentu diperhatikan juga bagi keluarga dan anak-anaknya nanti," jelasnya.
Perkembangan proses pemulangan jenazah Praka Farizal Rhomadhon hari ini, Kamis (2/4/2026) telah dilaksanakan proses upacara pelepasan secara militer oleh PBB di Beirut, Lebanon.
"Sampai pagi ini kepastian dari PBB itu hari ini dilaksanakan proses upacara pelepasan secara militer oleh PBB di Beirut ya, di Lebanon," kata Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Komando Distrik Militer (Kodam) Iskandar Muda Aceh, Kolonel (Inf) Dimar Bahtera, seusai menyambut kedatangan istri almarhum Praka Farizal, Kamis (2/4/2026).
Dimar menyampaikan semua proses perencanaan pemulangan jenazah Praka Farizal atas kendali langsung dari PBB.
Info terkini, Danbrigif menyampaikan, pihak PBB nantinya akan memberangkatkan jenazah Praka Farizal dari Lebanon pada Jumat (3/4/2026).
"Nanti kemudian dikirim dan transit ke Istanbul, Turki, baru setelahmya penerbangan ke Indonesia, Soekarno-Hatta," ungkapnya.
Setibanya di Jakarta nanti akan ada proses kenegaraan untuk menyambut pahlawan kusuma bangsa.
Setelah selesai upacara kenegaraan, barulah jenazah akan dikirim menuju Kulon Progo.
"Perkiraan kalau Jumat berarti sekitar Sabtu atau Minggu. Karena dari sana (Lebanon) ke sini itu 12 jam perjalanan, terus ada 5 jam kita itu lebih cepat dibanding dengan waktu Lebanon. Kurang lebih seperti itu," pungkasnya.
Sementara itu, istri mendiang Praka Farizal Rhomadhon, Fafa Nur Azila beserta keluarganya tiba di rumah duka, di Desa Sidorejo, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, pada Kamis pagi, (2/4/2026).
Kedatangannya diwarnai dengan tangis histeris istri almarhum ketika dia bertemu dengan ibu dari Praka Farizal Rhomadhon.
Keduanya terlihat saling memeluk erat dan menangis bersama. Bahkan istri almarhum sempat nyaris pingsan. Beberapa kerabat dan anggota keluarga lain berupaya menguatkan keduanya.
Kedatangan istri Praka Farizal dikawal oleh anggota TNI serta disambut Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Komando Distrik Militer (Kodam) Iskandar Muda Aceh, Kolonel (Inf) Dimar Bahtera.
Seusai pertemuan itu, istri Praka Farizal bersama ibunda masuk ke dalam rumah. Namun tangis haru tidak berhenti disitu.
Kerabat Praka Farizal yang ikut mendampingi tiba-tiba menangis histeris hingga terjatuh.
Suasana haru pun mewarnai kedatangan sang istri dari Praka Farizal. Sementara beberapa warga sekitar turut menguatkan.
Sebelumnya, jenazah Praka Farizal Rhomadhon rencananya akan dibawa ke salah satu rumah sakit di Beirut, Ibu Kota Lebanon untuk menjalani tahap terakhir repatriasi, pada hari ini Kamis (2/4/2026).
Repatriasi adalah proses pemulangan warga negara, jenazah, atau benda budaya (artefak) dari luar negeri ke negara asalnya.
Selanjutnya jenazah Praka Farizal akan diterbangkan menuju Istanbul, Turki, kemudian dari Turki akan dikirim ke Bandara Sokarno Hatta.
Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Komando Distrik Militer (Kodam) Iskandar Muda Aceh, Kolonel (Inf) Dimar Bahtera, mengatakan informasi itu didapat dari tim Satgas UNIFIL di Lebanon.
“Informasi dari Force Commander, kemudian dari Satgas kita, dari Dansatgas yang ada di sana itu informasi terakhir nanti direncanakan hari ini (Kamis),” katanya, Kamis (2/4/2026).
Seusai mendarat di Bandara Soekarno Hatta, nanti direncanakan akan ada prosesi penghormatan kenegaraan.
“Penghormatan akan dilaksanakan di Jakarta. Nanti detailnya akan menyusul tentunya. Kemudian setelah itu baru penerbangan ke Jogja. Kurang lebih seperti itu,” ujarnya.
Menurutnya situasi pemulangan jenazah sangat dinamis sebab kondisinya berada didaerah konflik. Sehingga apa yang disampaikan terkait pemulangan jenazah baru sebatas plan rencana.
“Jadi kalau misalkan jenazah di sana berangkatnya mungkin di hari Kamis, sampai di sini kemungkinan kan selisih perjalanan kan 10 jam, beda waktunya 5. Berarti kurang lebih mundurnya sampai di sini bisa 15 jam hitungannya,” jelas Danbrigif.
Tahapan pemulangan jenazah juga akan berlaku pada dua prajurit lain yang meninggal akibat serangan tentara IDF.
Sebelumnya, Upaya pemulangan jenazah Praka Farizal Rhomadhon hingga kini masih terus dilakukan.
Jenazahnya direncanakan akan dipulangkan ke tanah kelahiran sekaligus kediamannya di Kulon Progo.
Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Komando Distrik Militer (Kodam) Iskandar Muda Aceh, Kolonel (Inf) Dimar Bahtera mengatakan jenazah Praka Farizal Rhomadhon saat ini sudah berada di Markas Utama Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon.
"Jenazah sudah disalatkan sekaligus dilakukan penghormatan oleh rekan-rekannya di sana," kata Dimar ditemui di kediaman Praka Farizal di Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, Selasa (31/03/2026).
Setelah dilakukan penghormatan, jenazah rencananya akan dibawa ke rumah sakit yang ada di Beirut, ibu kota Lebanon.
Jenazah akan dilakukan otopsi sesuai standar dan prosedur dari Pasukan Perdamaian PBB.
Dimar mengatakan ada tahapan cukup panjang untuk bisa memulangkan jenazah Praka Farizal ke Kulon Progo.
Apalagi dengan situasi di Libanon yang sangat dinamis lantaran konflik masih terus terjadi.
"Yang jelas dari informasi yang kami terima, upaya evakuasi masih terus dilakukan," ujarnya.
Menurut Dimar, tahapannya seperti proses repatriasi oleh PBB disertai dengan melengkapi berbagai dokumen sebagai persyaratan.
Setelah terpenuhi, jenazah baru bisa diproses untuk kembali ke Indonesia.
Jenazah kemungkinan akan diterbangkan dari Yordania karena bandara sipil di Libanon ditutup untuk alasan keamanan.
Setelah diterbangkan dan tiba di Jakarta, prosesi penghormatan akan dilakukan pada jenazah di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI).
"Baru setelah itu jenazahnya dibawa kemari, sudah diatur oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan," jelas Dimar.
Meski begitu ia belum bisa memastikan kapan persisnya jenazah Praka Farizal Rhomadhon bisa sampai ke Kulon Progo.
Mengingat situasi yang masih belum stabil di sana.
Namun sudah dipastikan bahwa jenazah Praka Farizal akan dimakamkan di pemakaman umum dekat rumahnya. Pemakaman akan dilakukan secara militer.
"Nanti saya yang akan memimpin upacara pemakamannya," ungkap Dimar.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan untuk almarhum Praka Farizal dan keluarga. Salah satunya terkait penjemputan jenazah.
Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma.
Menurut kabar terkini, jenazah Praka Farizal masih berada di Libanon dan tengah diupayakan pemulangannya.
"Kami siagakan ambulans untuk membantu proses penjemputan jenazah, entah itu dari Yogyakarta International Airport (YIA) atau Bandara Adisutjipto," kata Ambar ditemui di rumah duka, Selasa siang.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI asal Kulon Progo yang bertugas di Lebanon, Senin (30/3/2026).
Meski menyadari sepenuhnya bahwa penugasan di daerah konflik membawa risiko besar, Ngarsa Dalem berharap agar peristiwa tragis ini jangan sampai terulang kembali.
"Yang namanya penugasan itu memang dari awal juga sudah disadari, pasti ada pengorbanan. Jadi, risiko-risiko itu ada," katanya, di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (31/3/2026).
Sri Sultan menekankan, setiap prajurit yang dikirim ke daerah konflik sejatinya sudah dibekali pemahaman mengenai konsekuensi terburuk yang bisa terjadi.
Kendati demikian, secara kemanusiaan, hilangnya nyawa seorang prajurit ketika bertugas tetap menjadi luka bagi keluarga, maupun daerah asalnya.
"Yang namanya (tugas) di daerah konflik itu konsekuensinya akan jauh lebih mungkin ada korban, daripada tempat yang aman dan nyaman," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ngarsa Dalem memberi desakan tersirat agar pengamanan dan prosedur penugasan di masa depan dapat lebih meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa.
Dirinya berharap, dalam misi-misi berikutnya, jangan sampai ada lagi keluarga di DIY maupun di Indonesia yang harus menerima kabar duka serupa dari medan tugas.
"Harapan saya ini (insiden) yang terakhir, jangan ada korban lagi, kan gitu," pungkas Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut.
Sebagai informasi, Praka Farizal Rhomadhon merupakan anggota TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, di area sarat dinamika konflik bersenjata.
Berdasar kabar terkini, jenazah prajurit berusia 28 tahun ini rencananya akan dipulangkan ke rumah duka di Kulon Progo untuk dimakamkan secara militer.