BANJARMASINPOST.CO.ID - Harga emas perhiasan 999 hingga emas kadar 375 di Martapura pada hari ini Jumat (3/4/2026) ada kenaikan di awal bulan April.
Hingga kini harga kerap sulit diprediksi dan bisa berubah kapan saja.
Dalam satu hari harga emas bisa berubah bergantung pada hukum permintaan dan penawaran, kebijakan suku bunga bank sentral (The Fed), nilai tukar dolar AS, inflasi, serta kondisi geopolitik global.
Setelah sekitar sepekan stabil, di awal April ini emas perhiasan akhirnya mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 50 ribu dari beberapa hari sebelumnya .
Baca juga: Gotong Royong Warga dan Polisi Bangun Jembatan Merah Putih di Sungai Harang HST
Baca juga: Bersama Bupati Tabalong, BUMA Jobsite Adaro Perkuat Komitmen Pengembangan SDM Lewat JIKAMAKA
Pantauan di Pasar Martapura melalui akun Instagram @tokomasuntung_official, Rabu (1/4/2026), perhiasan emas mulia 999 dibanderol Rp 2.600.000 per gram.
Sedangkan emas kadar 750 mulai dari Rp2.150.000 per gram, emas 700 mulai dari Rp 2.000.000 per gram, emas kadar 375 kuning Rp 1.120.000 sampai Rp 1.180.000 per gram, kadar 420 kuning Rp 1.280.000 per gram, kadar 375 putih Rp 1.050.000 - Rp 1.180.000 per gram dan emas 420 putih berada di kisaran Rp 1.280.000 per gram.
Harga emas perhiasan hari ini mengalami perubahan pada harga perhiasan emas 999 dimana satu hari sebelumnya Rabu (1/4/2026) lalu dimana harga emas 2.550.000 per gram.
Sedangkan emas kadar 750 mulai dari Rp2.100.000 per gram, emas 700 mulai dari Rp 1.950.000 per gram, emas kadar 375 kuning Rp 1.050.000 sampai Rp 1.150.000 per gram, kadar 420 kuning Rp 1.250.000 per gram, kadar 375 putih Rp 1.050.000 - Rp 1.150.000 per gram dan emas 420 putih berada di kisaran Rp 1.250.000 per gram.
Baca juga: Astra Jaring Pemuda Inspiratif lewat 17th SATU Indonesia Awards 2026
Harga emas bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) kembali mengalami penurunan.
Melansir dari situs Logam Mulia pada Jumat (3/4/2026), harga emas Antam hari ini pecahan 1 gram emas Antam tercatat Rp 2.857.000.
Harga emas Antam hari ini kembali turun Rp 65.000 dibandingkan dengan Kamis (2/4/2026) yang berada di level Rp 2.922.000.
Sementara itu, harga buyback emas Antam juga melemah ke Rp 2.577.000 per gram, turun Rp 60.000 dari posisi sebelumnya.
Sebagai informasi, mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017, setiap pembelian emas dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemilik NPWP dan 0,9 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
Untuk penjualan kembali dengan nilai di atas Rp 10 juta, pajak yang dipotong langsung dari transaksi mencapai 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP.
Potongan ini otomatis mengurangi hasil bersih yang diterima investor, sehingga perhitungan pajak menjadi aspek penting dalam strategi investasi emas.
Baca juga: DPRD Tala Full Support Inovasi Daerah SIAP MELAUT, Tegaskan Dukung Penuh Penganggaran
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut adalah daftar lengkap harga emas Antam hari ini yang dipantau melalui situs resmi Logam Mulia Antam pada pukul 10.30 WIB, per Jumat (4/3/2026).
Emas 0,5 gram: Harga dasar Rp 1.478.500
Harga setelah pajak Rp 1.482.196
Emas 1 gram: Harga dasar Rp 2.857.000
Harga setelah pajak Rp 2.864.143
Emas 2 gram: Harga dasar Rp 5.654.000
Harga setelah pajak Rp 5.668.135
Emas 3 gram: Harga dasar Rp 8.456.000
Harga setelah pajak Rp 8.477.140
Emas 5 gram: Harga dasar Rp 14.060.000
Harga setelah pajak Rp 14.095.150
Emas 10 gram: Harga dasar Rp 28.065.000
Harga setelah pajak Rp 28.135.163
Emas 25 gram: Harga dasar Rp 70.037.000
Harga setelah pajak Rp 70.212.093
Emas 50 gram: Harga dasar Rp 139.995.000
Harga setelah pajak Rp 140.344.988
Emas 100 gram: Harga dasar Rp 279.912.000
Harga setelah pajak Rp 280.611.780
Emas 250 gram: Harga dasar Rp 699.515.000
Harga setelah pajak Rp 701.263.788
Emas 500 gram: Harga dasar Rp 1.398.820.000
Harga setelah pajak Rp 1.402.317.050
Emas 1.000 gram: Harga dasar Rp 2.797.600.000
Harga setelah pajak Rp 2.804.594.000
Harga resmi yang diumumkan berasal dari Butik Logam Mulia Pulogadung, Jakarta.
Namun, konsumen di berbagai daerah sering menemukan perbedaan tipis akibat biaya distribusi, operasional, dan tingkat permintaan lokal.
(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)