Pemkab Basel Pastikan Program Daerah Selaras dengan Aspirasi dan Kemampuan Anggaran
Asmadi Pandapotan Siregar April 03, 2026 03:24 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan ( Basel ) mulai memperketat proses penyusunan program pembangunan daerah dengan memastikan setiap usulan masyarakat selaras dengan kemampuan anggaran dan prioritas pembangunan.

Langkah ini dilakukan melalui pembahasan teknis dalam desk trilateral meeting yang melibatkan tiga pihak utama dalam proses perencanaan. Forum ini menjadi instrumen penting untuk menyaring berbagai usulan agar tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih program antar perangkat daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Basel, Ari Sutanto mengatakan, desk trilateral meeting memiliki peran strategis dalam menyelaraskan berbagai usulan masyarakat dengan rencana kerja perangkat daerah. Forum ini menjadi titik temu antara kebutuhan masyarakat dan kemampuan pemerintah dalam merealisasikan program pembangunan. Seluruh proses dilakukan secara terukur agar menghasilkan perencanaan yang realistis dan berdampak langsung.

“Pelaksanaan desk trilateral meeting merupakan bagian penting dalam proses penyusunan RKPD yang terintegrasi,” ujar Ari Sutanto kepada Bangkapos.com, Jumat (3/4/2026).

Ari Sutanto mengungkapkan, usulan masyarakat yang dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan menjadi bahan utama dalam pembahasan. Setiap usulan tersebut tidak serta-merta diakomodasi, melainkan melalui proses kajian yang mempertimbangkan prioritas pembangunan daerah. Selain itu, kemampuan keuangan daerah juga menjadi faktor penting dalam menentukan program yang akan dijalankan.

Dalam prosesnya, pemerintah daerah menekankan bahwa setiap program yang dirancang harus memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menghindari program yang tidak tepat sasaran atau kurang memberikan dampak nyata. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan perencanaan pembangunan menjadi lebih efektif dan efisien.

“Melalui Desk Trilateral ini, kita memastikan setiap program benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” tegas Ari.

DESK TRILATERAL MEETING -- Sejumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan ketika mengikuti desk trilateral meeting di Kantor Bappelitbanda setempat, Kamis (2/4/2026) kemarin. Program tersebut dilakukan guna menyaring program agar tepat sasaran sekaligus menghindari tumpang tindih kegiatan antar perangkat daerah.
DESK TRILATERAL MEETING -- Sejumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan ketika mengikuti desk trilateral meeting di Kantor Bappelitbanda setempat, Kamis (2/4/2026) kemarin. Program tersebut dilakukan guna menyaring program agar tepat sasaran sekaligus menghindari tumpang tindih kegiatan antar perangkat daerah. (Istimewa/ Dok Geger)

Selain sebagai forum sinkronisasi lanjut dia, desk trilateral meeting juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi potensi pembangunan yang dapat dilaksanakan secara kolaboratif antar organisasi perangkat daerah. Kolaborasi ini dinilai penting untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing OPD. Dengan sinergi lintas sektor, berbagai program pembangunan dapat dijalankan secara lebih terarah dan terintegrasi.

Ia menambahkan bahwa sinergi antar perangkat daerah menjadi kunci dalam mendorong keberhasilan pembangunan di daerah. Tanpa adanya koordinasi yang baik, program yang direncanakan berpotensi tidak berjalan optimal. Oleh karena itu, Desk Trilateral Meeting diharapkan mampu memperkuat komunikasi dan kerja sama antar OPD.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengevaluasi potensi pembangunan secara kolaboratif antar OPD. Dengan adanya sinergi lintas sektor, pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih optimal,” ungkapnya.

Kendati demikian kata Ari Sutanto, komitmen seluruh perangkat daerah juga menjadi faktor penentu dalam menghasilkan perencanaan yang berkualitas dan berkelanjutan. Setiap OPD diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga berperan aktif dalam merumuskan program yang inovatif dan solutif. Hal ini penting agar pembangunan daerah mampu menjawab tantangan yang terus berkembang.

Ari juga berharap agar seluruh perangkat daerah dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Ia menilai bahwa partisipasi aktif OPD akan memperkuat kualitas kebijakan yang dihasilkan. Dengan demikian, setiap program yang dirancang tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi dapat diwujudkan secara maksimal di lapangan.

“Saya mengharapkan setiap OPD dapat berperan aktif serta memberikan kontribusi nyata dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” ucap Ari. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.