Viral Pengantin Wanita Tak Datang ke Pelaminan, Bingung Antara Dua Pria
Tommy Kurniawan April 03, 2026 05:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Suasana bahagia yang semestinya menyelimuti hari pernikahan berubah drastis menjadi kekecewaan setelah sebuah prosesi sakral mendadak batal di detik-detik terakhir.

Peristiwa ini menjadi perbincangan luas setelah seorang wanita mengungkapkan bahwa dirinya tidak menghadiri pernikahan yang telah lama direncanakan bersama tunangannya.

Mengutip laporan dari MStar, Jumat (3/4/2026), wanita tersebut mengakui bahwa ia memang dijadwalkan menikah pada hari itu, namun secara mengejutkan memutuskan untuk tidak datang ke lokasi acara.

Dalam pengakuannya, ia menyebut seharusnya berada di sisi calon suaminya pada momen tersebut, tetapi justru memilih absen tanpa penjelasan sebelumnya.

“Saya seharusnya bersama calon suami pada hari itu, tapi saya tidak datang ke acara tersebut,” ujarnya.

Lewat unggahan di platform X, wanita itu kemudian mencoba menjelaskan alasan di balik keputusannya yang menuai kontroversi.

Penjelasan yang disampaikan menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan dilandasi niat buruk, melainkan karena kondisi emosional yang sedang tidak stabil.

Baca juga: Kisah Wiwin, Anak Muncikari yang Bangun Mushola di Eks Lokalisasi Payo Sigadung Jambi

Baca juga: Rencana Trump Hancurkan Iran hingga “Zaman Batu”, Jembatan dan Listrik Jadi Target

Ia mengaku dilanda kebimbangan serius menjelang hari pernikahan, hingga merasa tidak yakin untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius.

Perasaan ragu tersebut semakin kompleks setelah ia mengungkap adanya pria lain dalam kehidupannya, yang turut memengaruhi keputusan besar tersebut.

“Saya malu dengan sikap saya. Saya berada dalam kondisi bingung, harus memilih antara dia atau pria kedua. Keduanya mengajak saya menikah,” tuturnya.

Pengakuan ini pun menjadi sorotan publik karena dinilai sebagai faktor utama gagalnya pernikahan yang telah dipersiapkan matang.

Meski menyadari akan menuai kecaman, ia tetap menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan pergulatan perasaan pribadi yang menurutnya tidak bisa diabaikan.

“Saya tahu orang akan membenci saya, tapi perasaan saya juga penting,” katanya.

Di balik itu, rasa penyesalan tetap diungkapkan wanita tersebut, terutama terhadap dampak yang harus ditanggung oleh calon suaminya.

Ia menyebut sang tunangan telah mengeluarkan biaya cukup besar demi mempersiapkan hari bahagia tersebut.

“Saya sangat merasa bersalah. Dia sudah menghabiskan RM20.000 untuk acara ini. Pada akhirnya hanya jadi doa selamat. Saya minta maaf,” ucapnya.

Pengakuan tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet. Banyak pihak yang mengecam tindakan tersebut karena dianggap tidak bertanggung jawab.

Sebagian komentar menyoroti keputusan mendadak yang dinilai menyakiti pihak pria, baik secara emosional maupun finansial.

Tak sedikit pula yang mempertanyakan mengapa keraguan tidak diselesaikan sejak awal sebelum komitmen pernikahan diambil.

“My feelings matter too? Lalu bagaimana dengan perasaan pria itu?” tulis salah satu warganet.

Komentar lain juga menekankan bahwa pembatalan di hari pelaksanaan menunjukkan kurangnya pertimbangan dan empati terhadap pihak lain yang telah terlibat.

“Kalau memang tidak siap, seharusnya disampaikan dari awal, bukan saat semuanya sudah siap,” tulis pengguna lainnya.

Kasus ini pun menjadi pelajaran penting tentang besarnya konsekuensi dari sebuah keputusan mendadak, terutama dalam momen krusial seperti pernikahan.

Selain kerugian materi yang tidak sedikit, peristiwa ini juga meninggalkan dampak emosional mendalam bagi semua pihak yang terlibat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.