Sosok Tersangka Pembunuhan Janda di Sragen, Korban Ngaku Hamil dan Minta Dinikahi
Whiesa Daniswara April 03, 2026 06:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kasus kekerasan terhadap perempuan kembali mencuat di Sragen, Jawa Tengah, menunjukkan betapa rentannya perempuan menjadi korban dalam relasi yang tidak sehat.

Relasi asmara yang dimulai dari media sosial sering kali membuka peluang manipulasi dan berujung pada kekerasan hingga pembunuhan.

Pada Selasa (31/3/2026) lalu, warga Sragen digegerkan dengan penemuan jasad wanita berinisial R (26) di parit area persawahan.

Sepeda motor korban terpakir tak jauh dari lokasi penemuan jasad.

Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap R dibunuh kekasihnya, Supri alias Bebek (36).

Mereka berkenalan di media sosial Facebook dan sudah tiga tahun menjalin asmara.

Padahal Supri sudah beristri, sementara korban berstatus janda.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menjelaskan korban berasal dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dan tinggal di sebuah kos di Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen.

Setelah melakukan pembunuhan, Supri mendatangi kos korban untuk mengambil barang berharga.

Supri yang bekerja sebagai sopir mesin combine telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tersangka membawa barang-barang korban, dan dibawanya ke area persawahan di daerah Plumbungan dan barang-barang milik korban dibakar," ungkapnya.

Baca juga: Fakta Warung Ayam Geprek Lokasi Penemuan Jasad di Bekasi, 2 Karyawan jadi Pelaku Mutilasi

Kasus pembunuhan terjadi pada Selasa (31/3/2025) sekitar pukul 18.15 WIB saat keduanya berboncengan sepeda motor.

"Dalam perjalanan, antara korban dengan pelaku mengalami pertengkaran," jelasnya.

Korban berpura-pura hamil delapan minggu dan menuntut Supri menikahinya.

"Bahwa dari fakta hasil penyidikan dengan melalui autopsi yang dilakukan oleh Tim Kedokteran Forensik Biddokes Polda Jateng, korban tidak ditemukan tanda-tanda kehamilan," katanya.

Supri kemudian mengarahkan sepeda motor ke pematang sawah dan berhenti di sana.

Korban dicekik hingga lemas dan jasadnya ditinggalkan di parit persawahan.

Baca juga: Jasad Pria Ditemukan di Ilalang Madura, Lansia Tewas di Minahasa Tenggara

"Pelaku kabur meninggalkan korban hingga ke pemukiman warga, dan menemukan sepeda ontel milik warga sehingga pelaku menggunakannya untuk kembali ke kos korban," tandasnya.

AKBP Dewiana meminta pemilik kos di Sragen untuk mengawasi gerak-gerik penghuninya agar kasus serupa tidak terjadi.

"Kami meminta kepada lingkungan, utamanya pemilik usaha kos-kosan, agar lebih memperhatikan penyewa kos untuk menggunakan kosan tersebut dengan adab yang berlaku di kemasyarakatan, dimana dalam peristiwa ini adanya kebebasan penggunaan sarana kos oleh pasangan tidak sah, yang akhirnya menjadi motif penyebab peristiwa pidana," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunSolo.com/Mardon)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.