Lem Rajawali Transformasi Brand: Luncurkan 3 Produk Baru dan Targetkan Pertumbuhan 50 Persen
Cak Sur April 03, 2026 08:32 PM

 

SURABAYA, KOMPAS.com - Mikatasa Group selaku produsen Lem Rajawali melakukan transformasi brand secara menyeluruh, sebagai wujud komitmen untuk tumbuh lebih dekat dengan masyarakat dan pelaku usaha lokal di Jawa Timur (Jatim).

Transformasi ini ditandai dengan peluncuran logo baru yang lebih modern, serta peluncuran tiga lini produk inovatif yaitu Rajawali Ultra Glue, Rajawali Silicone Sealant dan Rajawali Plamir Instant.

"Langkah ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan teknis yang dihadapi para perajin, UMKM, hingga sektor konstruksi di daerah," kata Martin Hendriadi, Managing Director PT Mikatasa Agung, pemilik brand Lem Rajawali, Jumat (3/4/2026).

Dedikasi untuk Ekonomi Lokal dan Perajin

Selama lebih dari 40 tahun, Lem Rajawali telah menjadi bagian dari tangan dingin para perajin furnitur, sepatu hingga dekorasi rumah di pelosok Jawa Timur.

Transformasi bertajuk Next Level ini bukan sekadar pembaruan visual, melainkan penguatan peran Lem Rajawali sebagai mitra strategis dalam rantai ekonomi daerah.

"Kami percaya bahwa pertumbuhan Lem Rajawali tidak lepas dari dukungan para partner dan pengguna setia di daerah. Dukungan terhadap ekosistem toko bangunan dan perajin lokal adalah cara kami berkontribusi nyata bagi ekonomi Jatim," jelas Martin.

Hadirnya produk-produk baru ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan solusi yang praktis namun tetap memiliki daya rekat berkualitas tinggi.

Adapun tiga produk inovatif yang resmi diluncurkan antara lain:

  • Rajawali Plamir Instant untuk kemudahan pengerjaan dinding.
  • Rajawali Ultra Glue dengan daya rekat yang kuat.
  • Rajawali Silicone Sealant untuk berbagai kebutuhan konstruksi.

Dengan akses distribusi yang kuat di seluruh wilayah Jatim, Lem Rajawali memastikan setiap inovasi terbarunya dapat dengan mudah dijangkau oleh pelanggan setianya.

"Melalui semangat Tumbuh Bersama, Lem Rajawali mengukuhkan posisinya bukan hanya sebagai pemimpin pasar, tetapi sebagai produk kebanggaan lokal yang terus bertransformasi demi memajukan industri kreatif dan kesejahteraan pelaku usaha di tanah air," ungkap Martin.

PERKUAT BRAND - Martin Hendriadi, Managing Director PT Mikatasa Agung, pemilik brand Lem Rajawali, saat mengenalkan upaya perusahaan dalam transformasi brand secara menyeluruh sebagai wujud komitmen untuk tumbuh lebih dekat dengan masyarakat dan pelaku usaha lokal di Jatim.
PERKUAT BRAND - Martin Hendriadi, Managing Director PT Mikatasa Agung, pemilik brand Lem Rajawali, saat mengenalkan upaya perusahaan dalam transformasi brand secara menyeluruh sebagai wujud komitmen untuk tumbuh lebih dekat dengan masyarakat dan pelaku usaha lokal di Jatim. (istimewa/Dokumen Lem Rajawali)

Target Pertumbuhan dan Ekspansi Nasional

Pencapaian penjualan Lem Rajawali sepanjang tahun 2025 tercatat mengalami kenaikan sebesar 35 persen, dengan pertumbuhan yang lebih baik dibanding tahun 2024.

Kini perusahaan mematok target pertumbuhan di angka 50 persen pada semester pertama tahun 2026, seiring dengan adanya transformasi pada perusahaan.

"Jatim adalah salah satu daerah strategis yang menjadi bidikan utama Lem Rajawali, dengan kontribusi lebih dari 5.000 mitra di Jatim dan secara nasional sudah memiliki 25.000 outlet," terang Martin.

Setiap produk baru yang diluncurkan, memiliki spesialisasi tersendiri yang akan digenjot penjualannya di berbagai jenis segmen pasar.

Lem Rajawali juga berencana memperkuat ekspansi produknya ke luar pulau Jawa, menyasar kota-kota besar di Indonesia terutama di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Perusahaan akan meningkatkan alokasi investasi hingga 60 persen, untuk pengembangan produk dan penguatan pasar pasca transformasi dilakukan.

Dalam rencana tiga sampai lima tahun ke depan, tambahan wilayah di Indonesia yang akan menjadi fokus pertumbuhan bisnis meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua hingga merambah pasar ekspor.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.