WARTAKOTALIVE.COM -- Militer Israel (IDF) dan Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangkaian serangan presisi yang melumpuhkan jantung pertahanan Iran, Jumat (3/4/2026).
Dalam operasi udara yang dramatis di wilayah Kermanshah, IDF mengonfirmasi keberhasilan melakukan eliminasi atas Makram Atimi, komandan unit rudal balistik pusat Iran.
Makram Atimi bertanggung jawab penuh atas ratusan serangan rudal ke wilayah Israel.
Baca juga: Usai Sepakat Perjanjian Damai Hamas dan Israel, IDF Tak Ungkit Penarikan Pasukan
Dikutip dari laman jpost.com, keberhasilan ini tidak berdiri sendiri.
Di saat bersamaan, jet tempur AS menghancurkan jembatan raksasa penghubung Teheran dan Karaj.
Serangan ini bukan sekadar penghancuran fisik, melainkan taktik strategis untuk memutus 'arteri/ utama distribusi komponen rudal dan drone yang digunakan Iran untuk memasok faksi-faksi proksinya di Timur Tengah.
Pukulan Telak bagi Komando Teheran
IDF menegaskan bahwa kematian Makram Atimi dan beberapa komandan batalionnya merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendegradasi struktur komando rudal Iran.
Tak hanya itu, IDF juga melaporkan tewasnya Jamshid Eshaqi, kepala finansial industri militer Iran yang mengelola pendapatan minyak untuk mendanai produksi senjata dan kelompok teror seperti Hezbollah dan Houthi.
Baca juga: Trump Serius Bom Iran ke Zaman Batu: Jembatan Terbesar Runtuh, Pembangkit Listrik Jadi Target
"Kami telah memberikan pukulan melumpuhkan bagi rezim Iran," tegas juru bicara Pentagon, Sean Parnell.
Ia membantah laporan skeptis mengenai sisa kekuatan Iran dan menyatakan bahwa misi untuk memusnahkan gudang senjata Teheran berjalan melampaui jadwal.
Trump: Kami Baru Saja Memulai
Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras melalui media sosial, menyatakan bahwa AS "bahkan belum mulai" menghancurkan sisa-sisa infrastruktur Iran.
Serangan terhadap jembatan B1 di Karaj disebutnya sebagai awal dari target yang lebih besar, termasuk pembangkit listrik, jika Teheran tidak segera menyerah.
“Jembatan selanjutnya, lalu Pembangkit Listrik! Kepemimpinan mereka tahu apa yang harus dilakukan, dan harus dilakukan, CEPAT!” tulis Trump.
Meskipun otoritas Iran menyebut serangan terhadap infrastruktur sipil sebagai tanda "keruntuhan moral," fakta di lapangan menunjukkan bahwa sistem logistik dan pendanaan militer mereka tengah berada dalam tekanan hebat.
Dengan hancurnya markas keuangan IRGC di Teheran, kemampuan Iran untuk membiayai proksi regionalnya kini berada di titik nadir, memaksa rezim tersebut menghadapi kenyataan pahit di tengah kancah perang yang kian membara.