Laporan Jurnalis TribunBanten.com, Ahmad Haris
TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON-Sejumlah warga Cilegon, Banten, mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax RON 92, Jumat (3/4/2026).
Kondisi ini memicu keresahan di kalangan konsumen, sebab BBM beroktan tinggi tersebut biasa digunakan untuk bahan bakar kendaraan beraktivitas sehari-hari.
Sejumlah warga mengaku harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain demi mendapatkan Pertamax.
Meski akhirnya berhasil memeroleh BBM yang dicari, pengalaman tersebut dinilai cukup merepotkan dan menyita waktu.
Wijaya (52 tahun), seorang konsumen Pertamax RON 92, mengungkapkan dirinya sempat kesulitan mendapatkan BBM tersebut saat hendak mengisi bahan bakar kendaraannya.
Ia mengaku harus mencari ke SPBU lain, setelah mendapati stok kosong di lokasi pertama.
“Tadi sempat mau ngisi di SPBU, tapi kosong. Terus saya cari lagi ke SPBU lain, akhirnya ada,” ujar Wijaya saat ditanyai TribunBanten.com di kawasan Anyer, Serang-Banten.
Sebagai pengguna setia Pertamax, Wijaya menegaskan tidak memiliki pilihan lain selain terus mencari hingga menemukan BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraannya.
Ia bahkan mengaku enggan beralih ke jenis BBM dengan oktan number lebih rendah.
“Motor saya pakai Pertamax. Enggak mungkin turun ke Pertalite. Jadi harus cari sampai dapat. Kalau memang tidak ada, paling terpaksa pakai Pertamax Turbo,” katanya.
Terkait kebijakan pemerintah soal harga BBM, Wijaya mengaku tidak terlalu menaruh harapan.
Baginya, yang terpenting adalah ketersediaan BBM di lapangan tetap terjaga.
Baca juga: 3 SPBU di Cilegon Kehabisan Stok BBM Pertamax RON 92, Antrean Pertalite Terjadi di SPBU Krenceng
“Saya enggak ada harapan ke pemerintah soal harga. Mau naik atau tidak, yang penting barangnya ada,” ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya, Ahmad Rudi (31 tahun), berharap distribusi BBM dari pihak Pertamina ke seluruh SPBU dapat berjalan lancar agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurutnya, kelancaran pasokan BBM sangat penting karena berdampak langsung pada stabilitas harga kebutuhan pokok.
“Harapannya pengiriman BBM dilancarkan. Alhamdulillah kalau tidak naik,” kata Rudi.
Ia menambahkan, kenaikan harga BBM berpotensi memicu efek berantai terhadap sektor lain, terutama harga bahan pokok yang kerap ikut terdongkrak.
“Kalau BBM naik, imbasnya ke mana-mana. Biasanya harga kebutuhan pokok juga ikut naik,” ujarnya.
Ketiadaan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi, yakni Pertamax RON 92 terjadi di tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Cilegon, Banten, pada Jumat (3/4/2026).
Sedangkan BBM Pertamax Green dan Pertamax Turbo masih tersedia.
BBM Pertamax RON 92 kosong di SPBU Krenceng, SPBU Cigading, dan SPBU Kepuh JLS Kota Cilegon.
Kondisi ini memicu antrean panjang menyusul kosongnya stok BBM jenis Pertalite dan Pertamax Ron 92 sejak pagi hari.
Pantauan TribunBanten.com di SPBU Krenceng, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, pada pukul 15.20 WIB, antrean panjang terjadi di jalur pengisian BBM sepeda motor. Di jalur tersebut, hanya tersedia BBM Pertalite, sementara pertamax 92 kosong.
Sementara antrean di jalur pengisian BBM khusus kendaraan besar atau truk, tampak normal tanpa antrean panjang.
Menurut Noviana, Pengawas SPBU Krenceng Kota Cilegon, tidak terjadi kelangkaan BBM di SPBU Krenceng. Namun ia mengaku, pengiriman BBM sering terjadi keterlambatan.
"Di kita tidak ada kelangkaan BBM, cuma memang telat pengirimannya. Pertalite ada, kalau Pertamax memang enggak ada," ujar Novi saat ditanyai TribunBanten.com.