SRIPOKU.COM, PRABUMULH - Diringkusnya empat pelaku peretas situs dana BOS SMA Negeri 2 Prabumulih oleh jajaran Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel menjadi perhatian serius Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemerintah kota Prabumulih, A Darmadi SPd MSi.
Darmadi mengimbau seluruh bendahara sekolah di kota Prabumulih untuk berhati-hati dalam menggunakan akun perbankan dan menjaga kerahasiaan username dan password akun sekolah.
"Kami mengimbau agar bendahara sekolah berhati-hati menggunakan akun perbankan saat melakukan transaksi keuangan, serta menjaga kerahasiaan username dan pasword akun," ungkap Kadisdikbud Pemkot Prabumulih A Darmadi Spd MSi ketika dimintai keterangan, Jumat (3/4/2026).
Darmadi juga meminta para bendahara sekolah baik tingkat SD dan SMP sederajat maupun lainnya untuk tidak asal dalam melakukan transaksi perbankan termasuk menggunakan wifi di tempat umum.
Baca juga: Anak Desa Tulung Selapan OKI Retas Dana BOS SMA Negeri di Sumsel, Bisa Beli Mobil Seharga Rp257 Juta
"Kami imbau juga untuk tidak melakukan transaksi perbankan menggunakan wifi publik atau di tempat umum," imbaunya.
Hal itu bisa saja menyebabkan orang lain mengetahui maupun mengamati dari jauh atau meretas akun sehingga berhasil membobol akun milik sekolah dan dana BOS hilang.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Prabumulih Yusrianto mengaku berterima kasih kepada jajaran Ditreskrimsus Polda Sumsel atas tertangkap dan terungkapnya kasus hilangnya uang dana BOS dari rekening sekolah mencapai Rp 942,8 juta.
Yusrianto mengkau sejak Desember 2025 dirinya selalu rutin bolak balik ke Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan yang cukup melelahkan hingga akhirnya lega.
"Kami ucapkan terima kasih, alhamdulillah kasus ini terungkap dan semua pelaku sudah tertangkap," katanya.
Seperti diketahui, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel merilis ungkap kasus peretas akun Sistem Informasi BOS (SIBOS) Dana BOS SMAN 2 Prabumulih dengan kerugian Dana Bos Rp 942,8 juta
Tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel berhasil meringkus empat pelaku masing-masing berinisial AT (37), DN (27), M (37) dan AA (46) yang diamankan di dua lokasi berbeda yakni di Desa Tulung Selapan Kecamatan Tulung Selapan dan Jalan HBR Motik Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang.