Operasi Bedah Sepak Bola Italia Dimulai, 2 Kursi Panas Siap Terima Penantang Baru
Arif Tio Buqi Abdulah April 04, 2026 07:56 AM

TRIBUNNEWS.COM - Momen penentuan setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 akhirnya menyuguhkan jawaban dari harapan awal banyak pihak.

Para pemangku jabatan penting di sepak bola dan tim nasional Italia kompak mundur dalam waktu yang berdekatan.

Setidaknya ada dua posisi paling penting yang kini sudah tak punya lagi penghuni tetap.

Baca juga: Gagal Loloskan Timnas Italia ke Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso Resmi Angkat Koper

Posisi Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) lowong setelah ditinggal Gabriele Gravina.

Gravina memutuskan mundur di momen rapat darurat FIGC digelar.

Dalam pertemuan itu ia langsung menyerahkan surat pengunduran diri sebagai bentuk tanggung jawabnya.

"Setelah beberapa tahun, ada perasaan sedih, tetapi saya berusaha tenang," kata Gravina dikutip dari Football Italia.

"Saya berterima kasih kepada semua elemen di federasi yang sampai saat ini menunjukkan dukungan, rasa hormat, keakraban, dan bersikeras bahwa saya harus terus menjabat."

"Namun, saya sudah membuat keputusan dan ini adalah keputusan pribadi yang saya pikirkan matang-matang."

"Anda semua akan bisa membaca pernyataan resmi saya," paparnya.

Para pemain Italia berpose sebelum pertandingan sepak bola Grup B UEFA Euro 2024 antara Italia dan Albania di Stadion BVB di Dortmund (15 Juni 2024). (FRANCK FIFE / AFP)
Para pemain Italia berpose sebelum pertandingan sepak bola Grup B UEFA Euro 2024 antara Italia dan Albania di Stadion BVB di Dortmund (15 Juni 2024). (FRANCK FIFE / AFP) (AFP/FRANCK FIFE)

Mundurnya Gravina di rapat darurat ini sekaligus menandai berakhirnya 8 tahun era kepemimpinannya.

Selama dirinya menjabat sejak 2018, Gravina mengawal Italia mendapatkan gelar bergengsi.

Gelar tersebut adalah Piala Eropa atau Euro pada 2020 silam.

Kala itu, Italia berhasil mengalahkan Inggris lewat adu penalti.

Sayangnya, keberuntungan dan kekuatan besar Italia di Euro tak bisa menjalar ke turnamen besar lainnya.

Selama masa kepemimpinannya, Italia gagal melangkah ke Piala Dunia di dua edisi.

Azzurri gagal tampil di Piala Dunia 2022 dan 2026 yang menjadi corengan besar di wajah Italia.

Kesuksesan menjuarai Euro pun seperti sia-sia dengan kegagalan tersebut.

Setelah Gravina, gantian Gennaro Gattuso yang juga mengundurkan diri.

Jabatan Gattuso sebagai pelatih kepala Timnas Italia ia tanggalkan sebagai bentuk tanggung jawab.

Lagipula ia juga pernah berujar akan pergi jauh dari tim nasional saat gagal mengantar Italia lolos ke Piala Dunia 2026.

Ia akhirnya menepati janjinya itu.

Meski merasa berat hati, Gattuso akhirnya legawa melepas jabatannya tersebut.

"Dengan berat hati, setelah gagal mencapai misi yang kami tetapkan sendiri, saya memutuskan mundur dari pelatih Timnas Italia," kata Gattuso.

Hilangnya dua pejabat yang memangku posisi penting di sepak bola Italia saat ini bisa menjadi sebuah momentum besar.

Ini menjadi kali pertama dalam 8 tahun terakhir di mana Azzurri bisa saja melakukan perubahan besar di dua posisi sekaligus.

Mengganti pelatih timnas dan Presiden FIGC akan menjadi awalan yang bagus.

Sinergi menjadi hal penting dari kedua pejabat ini nantinya.

Mereka harus sama-sama berkomitmen kuat untuk mengubah pondasi sepak bola Italia terlebih dahulu.

Memastikan peningkatan kualitas pemain dalam negeri juga menjadi hal penting.

Untungnya Italia tak kekurangan sosok yang ingin memajukan sepak bola mereka.

Salah satunya tentu saja Roberto Baggio yang terkenal dengan tekat kerasnya membangun Italia.

Meski sempat menjabat selama tiga tahun sebagai Direktur Teknik, kala itu Baggio mengaku tak mendapatkan kebebasan mengeksekusi idenya.

Barangkali di kesempatan yang berbeda ini ia bisa benar-benar mewujudkan mimpi besarnya.

Jika pondasi yang dibangun solid, Italia tak akan kesulitan menjaring nama top untuk duduk di kursi pelatih.

Namun, posisi pelatih timnas tak harus diisi nama top.

Mereka memerlukan nama peracik taktik andal yang tahu potensi besar yang dimiliki Italia.

Hal tersebut akan diketahui saat posisi penting di FIGC terisi terlebih dahulu.

Untuk itu, mendapatkan sosok Presiden yang tepat bisa menjadi kunci besar bagi kebangkitan sepak bola Italia nantinya.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.