Populer Palangka Raya, Maknai Jumat Agung bagi Umat Nasrani, Harga Cabai Masih Tinggi
Sri Mariati April 04, 2026 10:05 AM

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Palangka Raya, Nilai Jual Turun Rp 27.000 per Gram, Cek Daftarnya



 

INVESTASI EMAS - Nasabah melakukan transaksi pembelian emas batangan di Kantor Pegadaian Cabang Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani. Pegadaian mendorong masyarakat, termasuk pemula, untuk mulai berinvestasi emas dari nominal kecil.
INVESTASI EMAS - Nasabah melakukan transaksi pembelian emas batangan di Kantor Pegadaian Cabang Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani. Pegadaian mendorong masyarakat, termasuk pemula, untuk mulai berinvestasi emas dari nominal kecil.(Tribunkalteng.com/Arai Nisari)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Berikut daftar Harga Emas Hari Ini di Pegadaian di Palangka Raya pada Jumat 3 April 2026 untuk berbagai jenis emas seperti Antam, Galeri 24, hingga UBS.

Dikutip dari laman resmi Pegadaian Palangka Raya, harga emas masih mengalami fluktuatif harga, terkoreksi untuk harga beli ada di angka Rp 28.140 per gramnya.

Sedangkan untuk harga jual ada di kisaran harga Rp 17.010 per gramnya atau lebih rendah. namun secara keseluruhan harga emas turun di bawah Rp 2,9 juta per gramnya.

Untuk diketahui naik atau turunnya harga emas dipengaruhi fluktuasi harga emas global, nilai tukar rupiah terhadap dolar, serta dinamika permintaan pasar domestik atau tinggi-rendahnya peminat.

Kenaikan dan penurunan harga emas ini perlahan tapi kenaikan harganya pasti dalam jangka panjang konsisten.


Baca Selengkapnya



Jumat Agung di Katedral Santa Maria Palangka Raya, Jemaat Saksikan Visualisasi Jalan Salib Yesus



 

IBADAH JUMAT AGUNG -  Umat Katolik mengikuti rangkaian ibadah Jumat Agung melalui visualisasi tablo kisah sengsara dan wafat Tuhan Yesus di Gereja Katedral Santa Maria Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km 1, Jumat (3/4/2026) pagi.
IBADAH JUMAT AGUNG - Umat Katolik mengikuti rangkaian ibadah Jumat Agung melalui visualisasi tablo kisah sengsara dan wafat Tuhan Yesus di Gereja Katedral Santa Maria Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km 1, Jumat (3/4/2026) pagi.(Tribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Suasana khidmat menyelimuti Gereja Katedral Santa Maria Palangkaraya di Jalan Tjilik Riwut Km 1, Jumat (3/4/2026) pagi, saat ratusan Umat Katolik mengikuti rangkaian ibadah Jumat Agung melalui visualisasi tablo kisah sengsara dan wafat Tuhan Yesus.

Sejak pagi, bangku-bangku gereja telah dipenuhi umat dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga orang tua. 

Banyak jemaat tampak khusyuk menyaksikan jalannya tablo yang diperankan oleh para pemuda gereja, menggambarkan perjalanan sengsara Yesus mulai dari memanggul salib hingga penyaliban.

Di bagian tengah gereja, pemeran Yesus terlihat memikul salib kayu besar sambil dikawal sejumlah pemeran prajurit Romawi berpakaian merah lengkap dengan atribut kepala. 

Adegan demi adegan diperagakan secara perlahan, diiringi suasana hening dan tatapan serius umat yang mengikuti setiap alur kisah.


Baca Selengkapnya



Makna Tablo Jumat Agung di Katedral Palangka Raya Pastor Penta Sebut Refleksi Kasih Allah bagi Umat



 

WAWANCARA -  Pastor Benardinus Penta saat ditemui TribunKalteng.com usai pelaksanaan rangkaian ibadah Jumat Agung melalui visualisasi tablo kisah sengsara dan wafat Tuhan Yesus di Gereja Katedral Santa Maria Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km 1, Jumat (3/4/2026).
WAWANCARA - Pastor Benardinus Penta saat ditemui TribunKalteng.com usai pelaksanaan rangkaian ibadah Jumat Agung melalui visualisasi tablo kisah sengsara dan wafat Tuhan Yesus di Gereja Katedral Santa Maria Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km 1, Jumat (3/4/2026).(Tribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA- Visualisasi Tablo kisah sengsara dan wafat Tuhan Yesus yang digelar di Gereja Katedral Santa Maria Palangkaraya, Jumat (3/4/2026) membawa pesan mendalam tentang kasih Allah dan pengorbanan Yesus bagi keselamatan manusia.

Rangkaian adegan yang diperankan oleh Orang Muda Katolik (OMK), misdinar, dan remaja Katolik itu menggambarkan perjalanan sengsara Yesus mulai dari Taman Getsemani, memanggul salib dengan jatuh bangun, hingga akhirnya wafat di Bukit Golgota.

Pastor Benardinus Penta mengatakan, visualisasi tersebut bukan sekadar penampilan dramatik, melainkan bentuk penghayatan iman yang mengajak umat memahami makna pengorbanan Kristus.

“Mengandung makna bahwa cinta kasih Allah begitu besar bagi kehidupan kita, terutama melalui salib dan kebangkitan-Nya yang telah menyelamatkan umat manusia,” ujarnya saat ditemui Tribunkalteng.com, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, setiap adegan dalam Tablo merefleksikan perjalanan Yesus yang dengan penuh kesadaran menerima penderitaan demi menebus dosa manusia.


Baca Selengkapnya



Pedagang Pasar Besar Palangka Raya Lesu Harga Cabai Masih Tinggi Rp 100 Ribu per Kg usai Lebaran



 

MENJUAL CABAI - Para pedagang cabai di Pasar Besar Palangka Raya menjual dagangannya kepada pembeli, Jumat (3/4/2026).
MENJUAL CABAI - Para pedagang cabai di Pasar Besar Palangka Raya menjual dagangannya kepada pembeli, Jumat (3/4/2026).(Tribunkalteng.com/Ahmad Supriandi)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Meski harga cabai di Pasar Besar Palangka Raya mulai menunjukkan penurunan setelah sempat melonjak tinggi pasca Hari Raya Idulfitri, namun penjualan pedagang masih lesu.

Pedagang cabai di Pasar Besar Palangka Raya, Muhammad Azka (29) mengatakan, harga cabai saat ini berada di kisaran Rp90.000 per kilogram. Angka tersebut turun dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

“Sekarang Rp90.000 per kilo. Ini lagi naik sebenarnya, tapi sudah turun dari sebelumnya yang sempat di atas Rp100.000,” ujar Azka, Jumat (4/4/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan harga terjadi tepat setelah Lebaran, bahkan sempat menyentuh Rp180.000 per kilogram. Namun, harga tinggi tersebut tidak berlangsung lama.

“Habis hari raya itu keesokannya sempat Rp180.000. Tapi cuma dua hari, setelah itu pelan-pelan turun,” katanya.


Baca Selengkapnya



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.