Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa kebijakan Israel di Lebanon tetap fokus pada pelucutan senjata Hezbollah.
Katz menekankan bahwa melalui pendekatan militer dan diplomatik—tanpa mengaitkannya dengan konflik Iran—Israel akan melucuti senjata Hezbollah.
Upaya ini bertujuan melindungi komunitas di utara Israel dan menjamin keamanan wilayah perbatasan dari ancaman Hezbollah.
Dalam pernyataannya Katz menegaskan bahwa tindakan tegas akan terus dijalankan pada Jumat (3/4/2026).
Dilansir dari Viory, tindakan tegas ini mencakup langkah-langkah ofensif dan pengawasan ketat di sepanjang zona keamanan Lebanon selatan.
"Rumah-rumah di desa-desa yang berbatasan dengan Lebanon, yang berfungsi sebagai pos terdepan Hezbollah, akan dihancurkan sesuai model Rafah dan Khan Younis di Gaza," tambahnya.
Katz juga menyatakan kendali keamanan atas wilayah Litani akan dipertahankan oleh IDF (Pasukan Pertahanan Israel).
Katz menyebut pemulangan 600.000 penduduk Lebanon selatan tidak akan diizinkan sampai keamanan utara terjamin.
"IDF akan terus menggagalkan upaya para pemimpin dan anggota Hezbollah di seluruh Lebanon, termasuk 1.000 teroris yang telah dilenyapkan sejak awal kampanye saat ini," lanjutnya.
Menteri Pertahanan menegaskan IDF akan bertindak tegas terhadap setiap tembakan lintasan tinggi dari Lebanon yang mengancam kota dan komunitas Israel.
Ia menambahkan bahwa Hezbollah akan membayar mahal atas serangan-serangan tersebut.
Sebelumnya, Hezbollah mengumumkan peningkatan besar dalam operasinya terhadap posisi militer Israel pada Rabu (1/4).
Kelompok tersebut menyebut serangan sebagai balasan atas operasi Israel yang berkelanjutan di Lebanon selatan.
Serangan itu termasuk eskalasi udara IDF dan darat yang sedang berlangsung.
Program: Tribunnews Update
Host: Alinda Panca
Editor Video : Ramadhan Aji Prakoso
Uploader: Ramadhan Aji Prakoso