Bocah Tenggelam di Bengawan Solo Lamongan Ditemukan, 30 Meter dari Lokasi Awal
Titis Jati Permata April 04, 2026 02:32 PM

 

SURYA.co.id LAMONGAN - Setelah dilakukan pencarian selama berjam-jam, bocah berinisial AFA (9), warga Dusun Ketintang, Desa Laren, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (4/4/2026).

Korban ditemukan sekitar pukul 11. 30  WIB atau setelah 3,5 jam pencarian hari kedua dilakukan oleh petugas gabungan bersama warga setempat.

Ditemukan 30 Meter dari Lokasi Tenggelam

Jasad korban ditemukan mengapung di aliran Sungai Bengawan Solo dengan radius sekitar 30 meter dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.

Baca juga: BREAKING NEWS Bocah 9 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo Lamongan usai Main Bola

"Korban akhirnya ditemukan sekitar 30 meter dari titik awal tenggelam, ke arah utara," ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid kepada SURYA, Sabtu (4/4/2026).

Penyisiran di Sepanjang Bengawan Solo

Sebelumnya, sejak Sabtu pagi, tim gabungan telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.

Pencarian melibatkan personel kepolisian, TNI, BPBD, relawan, serta masyarakat sekitar.

Baca juga: UPDATE Bocah 9 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo Lamongan, Masih Belum Ditemukan

Tim gabungan tampak menyisir sungai menggunakan perahu karet dan peralatan pencarian lainnya.

Sejumlah warga juga ikut membantu dengan memantau tepian sungai dan area yang diduga menjadi titik korban tenggelam.

Warga Bantu Cari Pakai Perahu Tradisional

Proses pencarian dipimpin langsung Kapolsek Laren, Iptu Witono Hariadi.

Petugas membagi pencarian menjadi beberapa sektor, mulai dari titik korban dilaporkan tenggelam hingga beberapa kilometer ke arah hilir.

Selain melakukan penyisiran melalui sungai, warga Desa Laren juga membantu menggunakan perahu tradisional untuk mencari korban.

"Tadi sempat dihentikan sejenak karena cuaca sangat panas. Setelah itu pencarian kembali dilanjutkan hingga korban berhasil ditemukan," kata Hamzaid.

Jenazah Langsung Dibawa ke Rumah Duka

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke daratan dan dibawa ke rumah duka.

Dan tidak ditemukan apapun pada jasad korban.

" Ndak, ndak ada luka," tambah Hamzaid.

Petugas gabungan melakukan upaya pencarian dengan pola memanuver  air Sungai Bengawan Solo untuk memicu ombak.

Upaya itu membuahkan hasil, dan jasad korban muncul ke permukaan.

" Jadi tidak dijaring, tidak dijala. Tapi muncul sendiri ke permukaan Bengawan Solo," kata Hamzaid.

Pamit Orangtua Main Bola

Diketahui, AFA merupakan siswa kelas 2 MI. Sebelum kejadian, korban berpamitan kepada ibunya untuk bermain sepak bola bersama teman-temannya di Lapangan Centong, Desa Laren.

Usai bermain, korban bersama teman-temannya mandi di Sungai Bengawan Solo yang berjarak sekitar 50 meter dari lapangan.

Diduga karena tidak bisa berenang, korban tenggelam dan terseret arus sungai yang cukup deras dengan kondisi permukaan air sedang tinggi.

Tiga Rekan Korban Minta Pertolongan Warga

Tiga teman korban berinisial IR, HK, dan RF sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun upaya itu tidak berhasil.

Mereka kemudian berteriak meminta bantuan. Warga yang datang ke lokasi sempat melakukan pencarian secara manual hingga malam hari, namun korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian kemudian dilanjutkan pada Sabtu (4/4/2026) pagi hingga akhirnya korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tenggelam. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.