Santap Spageti MBG, Puluhan Siswa Hingga Orangtua di Duren Sawit Jaktim Diduga Keracunan
Ferdinand Waskita Suryacahya April 04, 2026 02:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Para siswa, guru, dan orangtua murid dari empat sekolah di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG).

Tercatat sebanyak 72 korban mengalami gangguan kesehatan demam, panas, mual, muntah, diare usai menyantap MBG diberikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Kamis (2/4/2026).

Orangtua murid berinisial Z, mengatakan kasus dugaan keracunan tersebut bermula ketika anaknya dan para siswa lain mendapatkan MBG dengan menu spageti, tumis sayur, stroberi.

"Biasanya menunya nasi. Anak-anak jarang dimakan. Nah kebetulan hari itu menunya spageti, anak-anak mungkin suka jadi banyak yang langsung dimakan di sekolah," kata Z, Sabtu (4/4/2026).

KUNJUNGI RS - Gubernur DKI Jakarta Pramono mendatangi Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur untuk mengunjungi siswa yang keracunan makanan, Sabtu (4/4/2026)(KOMPAS.com/ RUBY RACHMADINA) (KOMPAS.com/ RUBY RACHMADINA)

Berdasarkan keterangan anak Z yang mengkonsumsi MBG di sekolah tidak ada bau atau tekstur yang janggal pada makanan, secara kasat mata menu disajikan tampak normal.

Namun beberapa waktu setelah mengkonsumsi MBG tersebut para murid hingga guru mengalami gangguan kesehatan, sehingga mereka harus dibawa ke fasilitas kesehatan.

Bahkan sejumlah orangtua murid yang turut mengkonsumsi MBG pada hari itu karena mendapatkannya dari sang anak turut mengalami gangguan kesehatan serupa.

"Anak saya makannya enggak terlalu banyak, eggak habis. Tapi itu aja dia masih demam. Rata-rata sih (keluhannya) demam, pusing, paling parah ada sesak juga, ada yang sesak," ujar Z.

Usai kejadian Dinas Kesehatan DKI Jakarta sudah melakukan pengambilan sampel MBG yang dikonsumsi anak-anak dan guru untuk selanjutnya dilakukan uji laboratorium.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni menuturkan hingga kini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium.

"(Terdampak) Ada murid, guru dan orangtua. (penyebab) Masih dicurigai, karena hasil pemeriksaan laboratorium sampel makanannya belum keluar," tutur Puji Wahyuni.

Berdasarkan data 72 korban yang diduga mengalami keracunan tersebut berasal dari SMA 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, SDN Pondok Kelapa 07, Duren Sawit.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan para korban ditangani pada Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum Sisma Medika.

"Totalnya 72. Untuk pembiayaan, kalau terdaftar di BPJS Kesehatan, sepenuhnya dicover. Yang tidak, BGN (Badan Gizi Nasional) menyatakan akan bertanggung jawab untuk itu," tutur Pramono.

Dari hasil peninjauan yang dilakukan ke RSKD Duren Sawit, Pramono menyebut para korban sudah mendapatkan penanganan medis maksimal dan kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya.

Diharapkan kondisi para korban dapat terus membaik seiring waktu, dan dinyatakan tim medis diperbolehkan pulang agar dapat beraktivitas mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Sementara terkait pelaksanaan MBG di Jakarta, Pramono menyatakan Pemprov DKI Jakarta mendukung program dan masih menunggu penyebab kasus di Pondok Kelapa, Duren Sawit.

"Memang diduga dari makanan spaghettinya, diduga. Tapi saya tidak mau berandai-andai nanti biar laboratorium, atau pihak yang bertanggung jawab yang akan menyampaikan," lanjut Pramono.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Ada 475 SPPG di Jakarta, BGN Target Zero Keracunan Program MBG
  • Baca juga: Breaking News: Sekeluarga Tewas di Warakas Korban Pembunuhan Berencana, Sempat Dikira Keracunan
  • Baca juga: 3 Sorot Tajam 1 Keluarga Tewas di Rumah Warakas: Dugaan Keracunan, Polisi Amankan Sesuatu dari TKP
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.